Beranda

Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (afuid)

INDONESIAONLINE – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir. Ia menegaskan tidak ingin lagi membuang waktu untuk berurusan dengan Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam KTT NATO di Ankara, Turki,  setelah meningkatnya ketegangan menyusul serangan militer AS terhadap Iran dan aksi balasan Teheran yang menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

“Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir. Berurusan dengan mereka (Iran) hanya membuang waktu,” ujar Trump.

Trump mengatakan akan berkomunikasi dengan negosiator AS Steve Witkoff serta Jared Kushner. Meski demikian, ia menegaskan keputusan untuk kembali ke meja perundingan berada di tangan Iran.

Trump juga menuding Iran tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang disebut telah dicapai pada 17 Juni lalu. Menurut dia, Teheran mengingkari komitmen terkait isu senjata nuklir.

Pernyataan Trump langsung memicu lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent naik sekitar 5,3 persen menjadi USD 78,09 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 5,4 persen ke level USD 74,23 per barel.

Sebelumnya, militer AS mengumumkan telah melancarkan operasi besar-besaran terhadap lebih dari 80 target di Iran. Sasaran serangan meliputi sistem pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal, jaringan komando, radar pesisir, kemampuan rudal antikapal, serta puluhan kapal milik Garda Revolusi Iran (IRGC) di sekitar Selat Hormuz.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasional militer AS di Timur Tengah, menyebut operasi tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai balasan, IRGC mengklaim meluncurkan operasi gabungan rudal dan drone yang menargetkan 85 fasilitas militer AS di  Bahrain dan Kuwait. Iran juga mengklaim berhasil menyerang pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain, Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait, serta menembak jatuh sebuah drone MQ-9 milik Amerika Serikat.

IRGC menyatakan serangan tersebut merupakan respons awal atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat. (rds/hel)

 

Exit mobile version