Beranda

Selat Hormuz Memanas, AS Kerahkan Armada Udara setelah Serangan ke Iran

Kapal-kapal di Selat Hormuz saat dilihat dari daratan Oman pada Juni lalu. (reuters)

INDONESIAONLINE – Amerika Serikat kembali meningkatkan aktivitas militernya di kawasan Teluk Persia setelah melancarkan serangan terbaru ke Iran pada Selasa (7/7) malam waktu setempat. Belasan jet tempur dan pesawat pendukung militer AS terpantau beroperasi di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan, sejumlah pesawat militer AS terlihat mengitari wilayah lepas pantai Uni Emirat Arab, mencakup kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman, pada Rabu (8/7) dini hari.

Laporan menyebutkan sekitar 12 pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara AS bersama satu pesawat patroli dan intelijen maritim P-8 Poseidon milik Angkatan Laut AS berada di area tersebut. Aktivitas mereka berlangsung bersamaan dengan operasi udara lanjutan AS yang menyasar wilayah selatan Iran hingga sekitar pukul 08.40 waktu setempat.

Selain armada AS, satu pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara Uni Emirat Arab juga terpantau berada di kawasan yang sama.

Pesawat pengisian bahan bakar memiliki peran penting dalam mendukung operasi militer udara karena memungkinkan jet tempur dan pesawat serang tetap berada di udara lebih lama tanpa harus kembali ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan operasi militer berskala besar yang ditujukan sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

Operasi terbaru ini berlangsung ketika Amerika Serikat dan Iran sebenarnya masih berada dalam masa gencatan senjata serta telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik yang sebelumnya terjadi di antara kedua negara.

Sejumlah rekaman video yang telah diverifikasi menunjukkan ledakan dan kobaran api di beberapa lokasi strategis Iran, termasuk Bandar Abbas, Pelabuhan Sirik, dan Pulau Qeshm.

Media pemerintah Iran kemudian melaporkan ledakan juga terjadi di Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama ekspor minyak negara tersebut. Pulau yang berada di lepas pantai Iran itu menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Teheran dan selama ini dikenal sebagai salah satu infrastruktur energi paling vital bagi perekonomian Iran.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat bahkan menyebut Pulau Kharg sebagai pusat utama pasokan minyak Iran karena perannya yang sangat penting dalam aktivitas ekspor energi negara tersebut. (rds/hel)

Exit mobile version