Beranda

Trump vs Clooney: Ejekan Bintang Biasa dan Pelarian ke Prancis

Trump vs Clooney: Ejekan Bintang Biasa dan Pelarian ke Prancis
Presiden AS Donald Trump lemparkan ejekan kepada George Clooney melalui medsos Truth Social (Ist)

Trump ejek George Clooney “aktor biasa” usai resmi jadi warga negara Prancis. Simak perseteruan politik dan alasan Clooney tinggalkan Hollywood demi anak.

INDONESIAONLINE – Di penghujung tahun 2025, drama politik Amerika Serikat tidak hanya terjadi di ruang sidang senat atau mimbar diplomatik, melainkan merembet hingga ke ranah personal selebritas papan atas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melancarkan serangan verbal yang tajam melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Kali ini, sasaran tembaknya adalah aktor pemenang Oscar sekaligus kritikus vokal Partai Republik, George Clooney.

Serangan ini dipicu oleh keputusan strategis Clooney dan keluarganya untuk resmi menjadi warga negara Prancis. Bagi Trump, langkah ini bukan sekadar perpindahan administratif, melainkan momentum emas untuk menghantam dua target sekaligus: kredibilitas Clooney sebagai aktivis politik dan kebijakan imigrasi negara Prancis.

Tirade Akhir Tahun di Truth Social

Pada Rabu (31/12/2025), Trump mengunggah sebuah pernyataan yang penuh dengan sarkasme khas gayanya. Ia membuka unggahannya dengan seruan “Kabar Baik!”, seolah-olah kepergian Clooney dari status eksklusif warga negara AS adalah sebuah kemenangan bagi kubunya.

“Kabar Baik! George dan Amal Clooney, dua peramal politik terburuk sepanjang masa, telah resmi menjadi warga negara Prancis,” tulis Trump.

Tidak berhenti di situ, Trump langsung mengaitkan kepindahan tersebut dengan isu sensitif di Eropa. Ia menyebut Prancis sebagai negara yang, “sayangnya, berada di tengah-tengah masalah kejahatan besar karena penanganan imigrasi mereka yang benar-benar mengerikan.”

Pernyataan ini mencerminkan retorika “America First” yang selalu digaungkan Trump, sekaligus penghinaannya terhadap kebijakan perbatasan terbuka yang sering diadopsi negara-negara Eropa Barat. Namun, serangan paling personal justru diarahkan pada karier Clooney. Trump mendegradasi status Clooney dari seorang ikon Hollywood menjadi sekadar “orang biasa”.

“Clooney mendapatkan lebih banyak publisitas untuk politik daripada untuk beberapa filmnya yang sangat biasa-biasa saja. Dia sama sekali bukan bintang film, dia hanya orang biasa yang terus-menerus mengeluh tentang akal sehat dalam politik,” cecar Trump, seperti dikutip dari AFP.

Pernyataan ini mempertegas jurang pemisah yang lebar antara Trump dengan kelompok elite Hollywood yang mayoritas merupakan pendukung Partai Demokrat. Clooney, selama ini, memang dikenal sebagai salah satu penggalang dana (fundraiser) terbesar bagi rival-rival politik Trump.

Status “Global Citizen” Keluarga Clooney

Di balik riuh rendah ejekan Trump, fakta hukum menunjukkan bahwa George Clooney, istrinya Amal Clooney, serta sepasang anak kembar mereka, Alexander dan Ella, kini telah sah menyandang status warga negara Prancis. Hal ini terkonfirmasi melalui dokumen resmi pemerintah Prancis yang merilis daftar naturalisasi baru pada Sabtu (27/12/2025).

Langkah ini menjadikan keluarga Clooney sebagai representasi nyata dari “warga dunia” (global citizen). George Clooney mempertahankan paspor Amerika Serikat-nya, sementara Amal Alamuddin—pengacara hak asasi manusia terkemuka—kini memegang tiga kewarganegaraan sekaligus: Inggris Raya, Lebanon, dan Prancis.

Keputusan ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan bagi mereka yang mengikuti jejak properti sang aktor. Pasangan ini diketahui memiliki sebuah rumah pertanian (farmhouse) mewah nan asri di kawasan Provence, Prancis selatan. Meski memiliki aset properti di Inggris dan Kentucky, AS, Prancis tampaknya dipilih sebagai tempat perlindungan utama (sanctuary) bagi masa depan keluarga mereka.

Menyelamatkan Anak dari “Racun” Hollywood

Apa yang membuat seorang bintang sebesar Clooney memilih menjauh dari Los Angeles, pusat gravitasi kariernya? Jawabannya bukan semata-mata politik, melainkan pola asuh (parenting). Dalam wawancara dengan majalah Esquire pada Oktober 2025, Clooney membuka tabir kekhawatirannya.

“Saya khawatir membesarkan anak-anak kami di LA, dalam budaya Hollywood,” ujar Clooney.

Pernyataan ini menyiratkan ketidaknyamanan mendalam terhadap ekosistem selebritas AS yang dinilainya toksik bagi tumbuh kembang anak.

Clooney menekankan bahwa di Prancis, prioritas masyarakat berbeda. “Saya merasa mereka tidak akan pernah mendapatkan kesempatan yang adil dalam hidup (jika di LA). Prancis, mereka sepertinya tidak peduli dengan ketenaran,” tambahnya.

Faktor privasi menjadi pendorong utama. Clooney, yang pada 2021 pernah menulis surat terbuka mendesak media agar tidak mempublikasikan wajah anak-anaknya, merasa Prancis menawarkan perlindungan hukum dan budaya yang lebih baik terhadap gangguan paparazi.

“Saya tidak ingin mereka berjalan-jalan dengan perasaan khawatir tentang paparazi. Saya tidak ingin mereka dibandingkan dengan anak-anak selebriti orang lain,” tegasnya.

Ironi Politik dan Budaya

Perseteruan ini menciptakan sebuah ironi yang menarik. Di satu sisi, Donald Trump mengkritik Prancis sebagai negara yang “gagal” karena kebijakan imigrasinya yang longgar, sebuah narasi yang sering dipakai kelompok sayap kanan untuk menakut-nakuti pemilih.

Di sisi lain, George Clooney—seorang liberal kaya raya—justru melihat Prancis sebagai surga yang aman, jauh dari kebisingan politik AS yang terpolarisasi dan budaya selebritas yang dangkal.

Trump melihat Prancis sebagai negara yang “rusak”, sementara Clooney melihatnya sebagai tempat di mana “akal sehat” masih dihargai dan privasi dihormati. Ejekan Trump bahwa Clooney adalah “peramal politik terburuk” mungkin merujuk pada prediksi-prediksi Clooney sebelumnya yang gagal menghambat laju Trump kembali ke Gedung Putih.

Namun, bagi Clooney, kemenangan sesungguhnya mungkin bukan di kotak suara, melainkan kemampuan untuk memilih di mana dan bagaimana anak-anaknya dibesarkan—jauh dari sorotan kamera dan, mungkin, jauh dari jangkauan retorika Trump.

Peristiwa ini menandai babak baru dalam hubungan cinta-benci antara Washington dan Hollywood. Ketika figur publik mulai “memilih dengan kaki mereka” (pindah negara), hal itu mengirimkan sinyal kuat tentang ketidakpercayaan terhadap iklim sosial-politik di tanah air mereka sendiri.

Bagi Trump, ini adalah bahan bakar untuk basis pendukungnya. Bagi Clooney, ini adalah tiket menuju ketenangan hidup di pedesaan Prancis.

Exit mobile version