INDONESIAONLINE – Upaya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menuju perguruan tinggi berkelas dunia tidak hanya diarahkan pada penguatan reputasi akademik dan kerja sama internasional. Aspek kesehatan sivitas akademika juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kematangan sebuah institusi pendidikan tinggi.
Hal tersebut disampaikan Rektor UIN Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi saat Kick-Off Dies Maulidiyah Ke-65 dan Lustrum Ke-13, Senin (17/8/2026). Menurut dia, usia 65 tahun menjadi momentum bagi kampus untuk menunjukkan kematangan melalui prestasi sekaligus kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sebagai sebuah usia yang cukup matang, maka kematangan harus sudah di depan mata: unggul, bereputasi internasional, dan berkelas dunia,” ujar Prof Ilfi.
Ia menegaskan, cita-cita tersebut harus dibarengi dengan penguatan kondisi internal kampus. Salah satunya melalui pembangunan sumber daya manusia dalam lingkungan yang mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Kesehatan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. UIN Malang juga memberi perhatian terhadap kesehatan mental sivitas akademika serta kualitas lingkungan kampus. “Maka kita semuanya harus berkomitmen bersama membangun kesehatan fisik, mental, dan juga kesehatan lingkungan melalui green campus dan ekopesantren,” tegasnya.
Menurut Prof Ilfi, lingkungan kampus memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan, kenyamanan, kesehatan, dan kualitas kehidupan seluruh sivitas akademika. Karena itu, konsep green campus dan ekopesantren diarahkan bukan sekadar sebagai gerakan penghijauan, melainkan menjadi bagian dari budaya kampus yang berkelanjutan.
Gagasan tersebut sejalan dengan tema Dies Maulidiyah Ke-65 dan Lustrum Ke-13, yakni “Dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Dunia: Peran Strategis Kampus dalam Membangun Peradaban Kesehatan”.
Tema itu menempatkan kesehatan sebagai isu yang dapat dikaji dari berbagai bidang. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan pengetahuan dan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan fisik, mental, dan lingkungan.
Di UIN Malang, gagasan tersebut juga dikaitkan dengan nilai-nilai Ulul Albab. Pengembangan intelektual diharapkan berjalan beriringan dengan pembentukan karakter serta kepedulian terhadap lingkungan sosial dan ekologis.
Prof Ilfi menambahkan, kontribusi tersebut merupakan bagian dari peran perguruan tinggi dalam mengisi kemerdekaan. Keberhasilan kampus tidak hanya diukur melalui capaian akademik maupun jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan gagasan yang memberikan manfaat dan menjawab persoalan di tengah masyarakat.
“Inilah kontribusi kita untuk negeri kita dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Prof Ilfi. (hsa/hel)
