INDONESIAONLINE – Hingga kini personel gabungan terpantau masih melakukan assessment pembersihan material tanah longsor yang terjadi pada beberapa titik di Kecamatan Ngantang dan Pujon, Kabupaten Malang, Rabu (1/3/2023).

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyebut, sedikitnya ada empat desa dari dua kecamatan tersebut yang mengalami musibah tanah longsor pada beberapa titik akses jalan.

“Semua personel di lapangan, sampai saat ini masih dalam proses (evakuasi material longsor, red) oleh Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi, Penanggulangan Bencana),” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan saat dikonfirmasi Jatim Times, Rabu (1/3/2023).

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kabupaten Malang, terpantau ada empat desa di dua kecamatan yakni Pujon dan Ngantang yang terdapak bencana tanah longsor. Rinciannya, tiga desa di Kecamatan Ngantang, dan satu desa lainnya di Kecamatan Pujon.

Tiga desa di Kecamatan Ngantang tersebut meliputi Desa Mulyorejo, Desa Sidodadi, dan Desa Pagersari. Sedangkan satu desa lainnya yaitu Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

“Longsor mulai terjadi pada kemarin (Selasa, 28/2/2023) malam sekitar pukul 20.00 WIB,” imbuh Sadono.

Pihaknya menjelaskan, kronologi longsor bermula pada Selasa (28/2/2023). Sore itu hujan dengan intensitas tinggi melanda kawasan Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga  Polres Kediri Kota Terima Kunjungan Anggota DPR Arteria Dahlan

Intensitas curah hujan tinggi tersebut, terjadi hingga malam hari. Alhasil memicu terjadinya bencana tanah longsor.

“Material longsor menyebabkan akses jalan raya tertimbun dan tidak bisa dilalui kendaraan. Selain itu juga terjadi longsor susulan di beberapa titik karena kondisi tanah yang labil,” tuturnya.

Beberapa akses jalan yang terdampak material longsor tersebut meliputi, akses jalan raya yang ada di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang; akses Jalan Raya Ngantang – Wlingi; akses jalan di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang; dan akses jalan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon yang terjadi di tiga titik jalan.

“Sampai dengan saat ini, sebagian material longsoran yang terjadi di beberapa titik sudah berhasil di evakuasi. Namun sebagian masih dalam proses dan pembersihan,” ucap Sadono.

Sementara itu, update penanganan kejadian bencana yang dihimpun BPBD Kabupaten Malang hingga Rabu (1/3/2023) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebagian material longsor yang sempat menimbun akses jalan telah berhasil di evakuasi oleh personel gabungan.

Perkembangan terkini, untuk longsor di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang proses penanganan sudah selesai 100 persen dan jalan sudah bisa kembali dilewati. Kemudian longsor di Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang yang menutup akses jalan raya Ngantang – Wlingi saat ini masih dalam proses penanganan yang telah berjalan sekitar 20 persen.

Baca Juga  Petugas Kebersihan Temukan Granat Aktif di Tempat Sampah, Polisi: Masih Kami Selidiki

Longsor di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang saat ini penanganan sudah selesai, namun masih menunggu proses pembersihan dengan menggunakan alat berat. Namun demikian, akses lalu lintas sudah bisa dilalui oleh kendaraan dengan sistem buka tutup.

Bergeser ke bencana longsor yang terjadi pada tiga titik jalan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon. Dua titik jalan diantaranya telah selesai dilakukan penanganan. Sedangkan satu titik jalan lainnya masih dalam proses.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka atas peristiwa ini (tanah longsor di Ngantang dan Pujon),” tuturnya.

Hingga kini, BPBD Kabupaten Malang telah berkoordinasi dengan instansi pemerintahan terkait guna menanggulangi bencana longsor tersebut. Selain itu beberapa personel gabungan serta masyarakat setempat juga turut dilibatkan dalam proses evakuasi material longsor.

Selain BPBD Kabupaten Malang, personel gabungan yang dikerahkan dalam menanggulangi bencana longsor di Kecamatan Ngantang dan Pujon tersebut meliputi jajaran Muspika dan perangkat desa setempat, Bina Marga Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Malang, pihak perhutani, kepolisian Polres Batu, TNI, Damkar Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, para relawan hingga masyarakat setempat.