Beranda

Usai Diinterogasi Polisi dan Tentara, Penjual Es Kue Jadul Banjir Bantuan

Usai Diinterogasi Polisi dan Tentara, Penjual Es Kue Jadul Banjir Bantuan
Momen Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras (kiri) bersilaturahmi ke rumah Suderajat dan memberikan bantuan sepeda motor serta modal usaha. (fb)

INDONESIAONLINE – Kediaman si penjual es kue jadul Suderajat dikunjungi Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras. Dalam kunjungan tersebut, kapolres memberikan bantuan berupa modal usaha serta satu unit sepeda motor.

Kombes Abdul Waras mengatakan kedatangannya ke Bojonggede, yang masuk wilayah hukum Polres Metro Depok meski secara administratif bagian dari Kabupaten Bogor, untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan bagi usaha Suderajat.

“Hari ini kami hadir untuk memberikan sedikit bantuan. Semoga ini bisa membantu kelangsungan usaha beliau,” ujar Kombes Abdul Waras. Ia menambahkan, bantuan yang diberikan berupa motor dan modal usaha.

Suderajat mengaku bersyukur dan berterima kasih atasb perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia berharap bisa kembali berjualan es kue meski masih merasa trauma dan takut.

Istri Suderajat juga tampak haru dan meneteskan air mata saat menyaksikan bantuan diberikan.

Selain Polres Metro Depok,  Pemkab Bogor memberikan perhatian serius kepada Suderajat. Menyusul tudingan tak berdasar bahwa es kue yang dijual menggunakan spons, pihak kecamatan langsung turun tangan untuk memberikan pendampingan kepada Suderajat dan keluarganya.

“Kasus ini mendapatkan perhatian dari bupati, wakil bupati, camat, dan pihak desa. Kami hadir untuk memastikan kondisi Bapak Suderajat dan keluarganya,” ungkap Sekretaris Camat Bojonggede Elfi Nila Hartani,, Rabu (28/1/2026).

Selain pendampingan, Suderajat juga segera didaftarkan sebagai penerima BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) karena sebelumnya ia belum memiliki kepesertaan. “Ternyata beliau belum terdaftar sehingga kami daftarkan beserta bantuan lain,” jelas Elfi.

Pihak kecamatan juga menyiapkan renovasi rumah Suderajat melalui program rutilahu guna memperbaiki rumah yang kurang layak huni, termasuk atap, lantai, dinding, serta fasilitas MCK. “Alhamdulillah, rumahnya sudah mendapat rutilahu dari bupati pada 2025, saat ini sedang dalam proses,” tambahnya.

Bantuan juga mencakup bidang pendidikan. Anak-anak Suderajat yang sempat putus sekolah akan dibantu agar bisa kembali menempuh pendidikan melalui sekolah rakyat. “Ada anak yang belum sekolah, kami upayakan masuk ke sekolah rakyat,” kata Elfi.

Ke depannya, Suderajat akan terus dipantau melalui pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) untuk memastikan kesejahteraan dan perkembangan keluarganya. “PKH dan PSM akan memantau dan melaporkan kondisi serta perkembangannya secara rutin,” ujar Elfi.

Exit mobile version