INDONESIAONLINE – Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, dilaporkan sedang menuju Swiss untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran mengenai peluang tercapainya kesepakatan baru terkait program nuklir Teheran.
Laporan Axios menyebutkan bahwa seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi Witkoff tengah melakukan perjalanan ke Swiss. Sementara itu, utusan Presiden Donald Trump lainnya, Jared Kushner, disebut telah lebih dahulu tiba di negara tersebut.
Sebelumnya, pertemuan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6) di Swiss harus ditunda. Kementerian Luar Negeri Swiss mengumumkan bahwa agenda tersebut belum dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Di waktu yang sama, juru bicara Gedung Putih juga memastikan Wakil Presiden AS JD Vance tidak jadi berangkat ke Swiss. Namun, pemerintah tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan pembatalan tersebut.
Menurut pernyataan Gedung Putih yang dikutip Reuters, pengaturan perundingan seperti ini memang kerap menghadapi tantangan sehingga jadwalnya sulit dipastikan.
Sebelum penundaan terjadi, Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menandatangani secara resmi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Swiss sebagai langkah awal menuju perjanjian damai.
Meski demikian, dokumen tersebut telah lebih dahulu ditandatangani secara terpisah pada Rabu (17/6). Presiden AS Donald Trump menandatangani MoU saat berada di Prancis. Sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian meneken dokumen yang sama dari Iran.
MoU tersebut memuat 14 poin kesepakatan. Beberapa di antaranya mencakup komitmen mengakhiri konflik di berbagai kawasan, termasuk Lebanon, pencabutan blokade dan sanksi terhadap Iran, serta pemberian kompensasi atas kerugian yang dialami Iran selama berlangsungnya perang.
Meski nota kesepahaman telah disepakati, kedua negara masih harus melanjutkan proses negosiasi guna menyelesaikan berbagai rincian sebelum kesepakatan damai dapat diterapkan secara penuh. (rds/hel)
