JATIMTIMESSosok pocong terlihat berkeliaran di siang bolong di wilayah Kepanjen dan sekitarnya. Tapi ada yang beda dari pocong ini. Jika banyak orang menceritakan pocong hanya berdiri dan melompat saat bergerak, pocong ini malah menaiki sepeda. 

Tidak sendiri, pocong ini juga nampak membonceng seorang anak dengan tampilan serupa. Tapi tenang, pocong tersebut ternyata hanya bentuk gurauan oleh seorang warga Kecamatan Kepanjen bernama Imam Shofii. Para pengendara tentu beberapa kali bertemu dengan sosok satu ini.

Pria yang akrab disapa Sopik ini sengaja berdandan ala pocong dengan maksud untuk menghibur. Sembari dirinya berolahraga.

“Menghibur diri sendiri dan orang lain. Saya bersepeda dengan kostum seperti ini ternyata banyak yang tertawa, menyapa dan meminta foto,” ujar Sopik kepada MalangTIMES. 

Terlebih, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, ia menganggap aksi yang ia lakukan dirasa perlu. Mengingat saat ini sebagian masyarakat juga memiliki stigma buruk tentang pocong sebagai sosok yang menakutkan. 

Baca Juga  Akankah Park Hyung Sik dan Park Shin Hye Bersatu Kembali di Doctor Slump?

“Sebagian orang kan ada yang melihat pocong ini seram. Apalagi dengan kondisi Covid-19 ini, banyak korban meninggal. Jadi ya memang saya ingin menghibur saja. Sembari menghilangkan saat disapa orang ketika sedang bersepeda,” terangnya. 

Kostum pocong yang ia kenakan pun ternyata juga dibuat sendiri, juga dengan memakai topeng berwarna putih. Sementara yang berada di boncengan sepedanya, adalah boneka yang sengaja ia dandani serupa pocong kecil.

Sedangkan di bagian atas stang sepedanya, ia taruh sebuah speaker yang terhubung ke handphone nya melalui bluetooth. Untuk memutar suara serigala yang biasa didengar dalam sebuah film horror. 

Biasanya, Pocong Sopik bersepeda di sekitaran Kepanjen dan Kota Malang. Ia mengaku, awalnya memang ada orang yang sempat kaget dengan dandanannya seperti itu. Namun menurutnya, itu hanya berlangsung singkat. 

Baca Juga  Single Mudik dari Shaggydog untuk Temani Para Pemudik

“Kalau ke selatan saya biasanya ke Bendungan Lahor, kalau ke utara saya ke Alun-Alun Malang. Ya awalnya dilihatin, kalau berhenti ya ada saja yang ngajak foto-foto. Biasanya untuk diunggah di sosial media,” imbuh Sopik. 

Ia pun mengaku merasa senang bisa menghibur masyarakat yang ia jumpai di jalanan. Sebagai informasi, aksinya bersepeda dengan kostum pocong sudah ia lakukan kurang lebih selama 1,5 tahun. Tepatnya, sejak pandemi Covid-19 terjadi. Sehari-harinya, Sopik ternyata berprofesi sebagai pengusaha barang bekas. 

“Bersepeda gini kalau kerjaannya sudah longgar,” pungkas Sopik.



Riski Wijaya