Peristiwa

Viral Pak Modin Jatuh saat Ijab Kabul, lalu Meninggal

10
×

Viral Pak Modin Jatuh saat Ijab Kabul, lalu Meninggal

Sebarkan artikel ini

INDONESIAONLINE – Seorang modin bernama Supaat (55), warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tersungkur saat akan menikahkan pengantin. Modin tersebut kemudian meninggal dunia saat berada di rumah sakit.

Dari video yang viral, peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (30/1/2022) malam kemarin. Peristiwa itu  direkam oleh salah satu kerabat mempelai untuk tujuan mengabadikan momen ijab kabul yang dipandu Supaat. Video itu tersebar melalui pesan berantai, kemudian viral.

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, tampak Supaat mulai menuntun calon pengantin pria untuk membaca ijab kabul. Namun beberapa waktu kemudian, Supaat menunduk dan menyangga kepalanya dengan tangan  kirinya.

“Lemes tangan kulo,” katanya terbata-terbata saat memegang tangan calon pengantin pria.

Seketika itu wajah Supaat tampak pucat, sambil mengeluh seperti kesakitan. Sesekali, Supaat juga melihat ke atas. Orang-orang di sekitarnya pun terlihat panik dengan gejala yang dialami Supaat.

Beberapa waktu kemudian, Supaat mulai sempoyongan lalu roboh terlentang. Seketika itu juga seluruh keluarga mempelai yang berada dalam ruangan  histeris. Mereka kemudian memastikan kondisi Supaat.

Baca  Tanggapi Permintaan Lurah Penganjuran, PT Pertani Persero Banyuwangi Lakukan Pembersihan

Terpisah, orang tua mempelai pria, Supriyadi, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi begitu saja. Bahkan pihaknya tidak menyangka modin yang akan menikahkan anaknya akan tersungkur.

“Pertama itu kan ijab kabul anak saya. Modin itu sempat bertanya ke anak saya apakah bisa ijab kabulnya. Anak saya bilang bisa. Lalu tanya maharnya. Anak saya jawab Rp 200 ribu,” kata pria yang akrab disapa pak Pri itu.

Setelah mengetahui besaran maharnya, mudin tersebut mengajak bergurau calon pengantin pria. Namun tiba-tiba ketika berbicara nominal uang mahar, suara modin tersendat dan cadel.

“Tiba-tiba Pak Modin bilang uang Rp 200 ribu itu tersendat-sendat, seperti pelat-pelat gitu. Setelah itu Pak Modin bilang, perjaka kok kasih mahar Rp 200 ribu, tapi masih dengan pelat-pelat,” ungkap Pak Pri.

Peristiwa itu pun sempat membuat panik para undangan. Istri Supaat mengatakan suaminya memiliki riwayat darah tinggi serta sempat makan masakan gule dan sate kambing.

“Saya panik waktu itu. Lalu saya coba basuh mukanya Pak Modin. Setelah itu malah nggeblak (roboh ke belakang). Kata istrinya, Pak Modin punya darah tinggi, lalu sempat makan gule dan sate kambing. Tahu tidak sadar, kami langsung bawa ke rumah sakit,” terang Pak Pri.

Baca  Unikama Gandeng Laboratorium Klinik Pacar Surabaya, Gelar Medical Check Up dan Disambut Antusias Masyarakat

Lebih lanjut, Supriyadi menjelaskan, ketika berada dalam rumah sakit, Supaat sempat mendapat pertolongan dari petugas rumah sakit. Namun modin itu meninggal sekira pukul 01.00 WIB Senin (31/1/2022) dini hari.

“Di tumah sakit itu sempat diinfus. Kami sampai rumah sakit itu jam 10 atau 11 gitu, lalu meninggalnya itu kira-kira jam 1. Tapi prosesi pernikahan tetap dilangsungkan,” lanjut Pak Pri.

Mempelai pengantin kemudian dinikahkan oleh salah satu kerabat mempelai wanita yang kebetulan juga modin. “Kebetulan keluarga calon pengantin perempuan ada yang jadi modin. Jadi, yang menikahkan, keluarga pengantin perempuan itu,” tutup Pak Pri.



Hendra Saputra

Tinggalkan Balasan