INDONESIAONLINE – Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap Taman Rekreasi Kota (Tarekot) untuk mempertimbangkan kembali operasionalisasinya. Hal ini sebagai tindak lanjut atas usulan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kidul Dalem.

Wahyu menjelaskan bahwa Tarekot, sebelum ditutup sekitar 5 tahun lalu, memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Banyak UMKM yang bergantung pada Tarekot untuk mencari nafkah.

“LPMK Kidul Dalem meminta Tarekot dibuka kembali karena ada UMKM di sini dan ini bisa meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kidul Dalem,” ucap Wahyu.

Namun, Wahyu menekankan bahwa berbagai hal perlu dievaluasi sebelum Tarekot dioperasikan kembali. Tujuannya untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan dan memastikan keamanan pengunjung.

Baca Juga  Gubernur Khofifah Dukung Komisi Fatwa MUI Jatim Pecahkan Permasalahan Umat

“Sudah saya cek, kita evaluasi. Kira-kira kenapa kok terjadi hal-hal yang kemarin, supaya nanti apabila kita operasionalkan kembali kita bisa minimalisir kejadian yang saat itu menggegerkan,” tutur Wahyu.

Evaluasi akan mencakup berbagai aspek, termasuk penyebab Tarekot ditinggalkan pengunjung hingga pengelolanya dibubarkan.

“Apabila kita operasionalkan kembali memang banyak yang harus kita perbaiki. Sayang juga sumbernya ini kan dari sumber mata air yang harus terus kita manfaatkan. Ini kan sayang terbuang,” jelas Wahyu.

Pada masanya, Tarekot menjadi salah satu tempat wisata favorit di Malang dengan berbagai wahana hiburan seperti mainan anak-anak, satwa, dan kolam renang. Namun, saat ini, Tarekot tampak terbengkalai dan tidak terawat. Kolam renang kosong, dedaunan kering berserakan, dan rumput liar tumbuh subur.

Baca Juga  Lampaui Target Pendapatan 2023, Gubernur Jatim: Wujud Kerja Keras

Banyak masyarakat yang berharap Tarekot dapat dibuka kembali dan direvitalisasi. Hal ini diharapkan dapat membangkitkan kembali perekonomian lokal dan menjadi tempat wisata keluarga yang menarik (rw/dnv).