Berkembang Bersama, Kampung Coklat Teken MoU Dengan Unisma Malang dan LP Maarif NU

INDONESIAONLINE-Wisata Edukasi Kampung Coklat terus berinovasi dan memperkuat jejaring di tingkat nasional. Terkini, Kampung Coklat menandatangani MoU dengan Universitas Islam Malang (Unisma) dan LP Maarif NU Jawa Timur.

Pantauan INDONESIAONLINE, penandatanganan MoU dilaksanakan di Wisata Edukasi Kampung Coklat di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Kamis (27/10/2022). Naskah MoU ditandangani oleh Owner Kampung Coklat Kholid Mustofa, Rektor Unisma Malang Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur Dr. H. Noor Shodiq Askandar, SE., MM. Kegiatan ini dilaksanakan berbarengan dengan agenda Study Tour dan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa yang dilaksanakan Rumah Sedekah NU dan Mitra yang dipusatkan di Kampung Coklat.

Manager Office Kampung Coklat, Edi Purwanto, saat diwawancarai INDONESIAONLINE, menyampaikan Kampung Coklat melebarkan jaringan kerjasama melalui jalinan kerjasama dengan dua lembaga, yakni Unisma Malang dan LP Maarif NU Jawa Timur.

“Jadi hari ini ada dua MoU, yakni dengan Unisma Malang dan dengan LP Maarif NU Jawa Timur. MoU ini merupakan upaya dari Kampung Coklat untuk terus berkembang dan menebar manfaat untuk masyarakat,” kata Edi.

Edi menambahkan, kerjasama dengan Unisma Malang meliputi beberapa bidang. Diantaranya magang mahasiswa, riset dan teknologi. Sedangkan dengan LP Maarif NU, Kampung Coklat sepakat melaksanakan kerjasama di bidang edukasi dan pendidikan.

“Mahasiswa Unisma akan magang dan bisa bekerja di Kampung Coklat. Sedangkan untuk LP Maarif NU, LP Maarif itu jumlahnya kan banyak. Nah, disini nanti kader LP Maarif bisa datang kapan pun ke Kampung Coklat untuk belajar segala hal tentang coklat dan kakao. Dan beberapa income dari kerjasama ini nanti juga akan kita berikan ke LP Maarif,” terangnya.

Lebih lanjut Edi menyampaikan, pihaknya berharap MoU ini bisa membawa Kampung Coklat semakin besar, berkembang dan memberikan kemanfaatan secara luas bagi masyarakat. Begitupun sebaliknya, Unisma Malang dan LP Maarif NU kedepan juga akan dapat merasakan manfaat besar melalui sinergitas dengan Kampung Coklat.

“Kampung Coklat ingin semakin banyak wisatawan yang datang kesini. Selain edukasi, kita juga memberikan transfer ilmu,” tukasnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor Unisma Malang, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si menyampaikan MoU dengan Kampung Coklat ini merupakan upaya Unisma untuk mewujudkan entrepreneurial university.  Dengan konsep ini, mahasiswa bukan hanya diberikan suatu pengetahuan, namun juga diberikan pengalaman nyata agar tumbuh memiliki SDM yang kompeten dan profesional.

“Mahasiswa harus belajar banyak masalah. Dan kemudian dia harus mengerti terhadap masalah itu. Dan mereka harus diharapkan menyelesaikan dan mengembangkan masalah itu menjadi suatu ilmu pengetahuan,” kata rektor.

Rektor menambahkan, dunia pendidikan era sekarang bukan hanya sekedar membangun daya kompetitif namun juga membangun daya komparatif. Dia juga menyebut, dunia pendidikan era sekarang bukan berkompetisi melainkan berkolaborasi antara dunia usaha, dunia industri, antar perguruan tinggi dan birokrasi.

“Jadi kolaborasi antar stakeholder terkait seperti ini memang menjadi kebutuhan di era saat ini,” katanya.

Rektor menyebut kerjasama Unisma Malang dengan Kampung Coklat ini merupakan upaya untuk maju dan berkembang bersama. Pihaknya optimis apa yang dicita-citakan ini akan terwujud. Selain mahasiswa Unisma Malang bisa magang di Kampung Coklat, dengan kerjasama ini Kampung Coklat juga akan mendapatkan transfer teknologi dari Unisma.

“Kampung Coklat akan mendapatkan transfer teknologi dari perguruan tinggi kita. Ada teknik-teknik untuk mengembangkan pertanian, mengembangkan produksi pertanian, mengembangkan akuntansinya dan macam-macam lagi. Dengan kerjasama ini Kampung Coklat akan mendapatkan pengalaman yang lebih besar. Di Kampung Coklat ini ada 380 karyawan, ini jumlah yang sangat besar dna perguruan tinggi adalah gudangnya SDM yang bisa mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan-perusahaan, termasuk juga di Kampung Coklat ini,” jlentrehnya.

Maskuri pun optimis, dengan kerjasama ini nantinya mahasiswa Unisma Malang akan semakin berkembang dengan mendapatkan pengalaman nyata di Kampung Coklat. “Di Kampung Coklat ini mahasiswa kami akan melakukan eksperimen, riset. Disini mereka melakukan pengabdian kepada masyarakat, menulis karya ilmiah dan mencoba mengembangkan ilmu dan teknologi mereka. Jadi ini merupakan hubungan simbiosis mutualisme antara Unisma Malang dengan Kampung Coklat. Kita sudah saatnya berkembang bersama agar diantara kita saling memberikan manfaat,” tegasnya.

Kerjasama yang dijalin Kampung Coklat dengan Unisma Malang dan LP Maarif NU Jawa Timur mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso. Rahmat menilai hal ini merupakan terobosan luar biasa. Dirinya pun berharap dengan kerjasama ini kedepan bisa membawa kemajuan untuk Kabupaten Blitar.

“Kita semua tahu, Kampung Coklat ini adalah ikon wisata Kabupaten Blitar. Saya berharap kerjasama yang bagus ini bisa membawa dampak positif untuk kemajuan Kabupaten Blitar. Di sisi lain, wisatawan yang datang ke Kabupaten Blitar semakin banyak dan nama Kabupaten Blitar semakin dikenal luas di kancah nasional dan internasional,” kata Rahmat.(Adv/Kmf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Bupati Banyuwangi Ipuk Ingatkan Waspada Omicron saat Liburan

JATIMTIMES – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan pesan kepada masyarakat untuk selalu…