Pasar Bambu di Jombang Bikin Pengunjung Nostalgia Masa Lalu, Kulinernya Jadul Baget!

INDONESIAONLINE – Bila di Temanggung terdapat Pasar Papringan, di Jombang memiliki Pasar Barongan Kali Gunting. Pasar tradisional yang dibikin di tengah kebun bambu ini serasa membawa kita nostalgia ke masa lalu.

Selain kuliner jadulnya, sensasi berbelanja di pasar ini cukup unik karena menggunakan keping bambu untuk bertransaksi.

Pasar Barongan Kali Gunting ini berada di Dusun Sanan Selatan, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Lokasinya berada di tengah kebun bambu yang bersebelahan langsung dengan Kali Gunting, aliran sungai Pegunungan Anjasmoro.

Kalian yang berkunjung ke sini pasti akan merasakan suasana tempo dulu. Mulai dari pintu masuk, kalian akan disambut oleh petugas yang mengenakan pakaian adat Jawa.

Ketika memasuki area pasar, sensasi jadul kental terasa dengan alunan musik gamelan Jawa dan nyanyian sinden. Ada 19 lapak dagangan yang penjualnya mengenakan kebaya Jawa. Kesan tradisional dan jadul kental terasa saat mengunjungi setiap lapak yang menjajakan kuliner khas tempo dulu.

Seperti nasi jagung, nasi pecel, nasi bunga telang, sayur bobor cuyu (sayur kepiting sungai). Juga jajanan jadul seperti getuk, klanting, aneka kerupuk dan peyek.

Tidak ketinggalan berbagai minuman jadul juga ditawarkan di Pasar Barongan Kali Gunting ini. Seperti jamu temulawak, wedang rempah hingga kopi. Juga berbagai produk kreatif seperti kain batik, kain tenun, tembikar hingga tas rajut dari bahan daun pandan.

“Pasar yang sangat menarik ya. Suasananya seperti suasana masa dulu. Kulinernya sangat autentik, saya lihat ada kuliner yang sudah jarang ada sekarang. Seperti gempo (kue tradisional dari bahan kacang merah dan tepung terigu, red), nasi telang, nasi jagung juga,” ujar pengunjung asal Jakarta, Sisie Makalo (52) saat diwawancarai wartawan di lokasi, Sabtu (06/08/2022).

Lebih uniknya lagi, transaksi di pasar tradisional ini tidak menggunakan mata uang resmi. Melainkan menggunakan uang keping bambu. Pengunjung harus menukarkan uang rupiah dengan uang keping bambu yang sudah disiapkan di pintu masuk pasar.

Satu keping bambu bernilai Rp 2.000. Bila akan berbelanja makanan yang harganya Rp 10.000, pengunjung harus membelinya dengan 5 keping bambu.

“Transaksinya pakai sebilah bambu ya. Segini ini (sebilah bambu, red) harganya Rp 2.000. Ini sesuatu hal yang baru buat saya, seperti kembali ke masa lalu,” ucapnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Yuanita (50). Warga Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang ini mengaku bernostalgia saat masuk ke Pasar Barongan Kali Gunting.

Suasana pasar di tengah kebun bambu itu mengingatkannya akan suasana pasar tempo dulu di tanah kelahirannya di Temanggung, Jawa Tengah. “Masuk pasar sini seperti nostalgia jaman saya kecil. Pasarnya ya tradisional seperti ini. Ini tadi beli nasi jagung dan jajanan klanting,” kata Yuanita.

Pasar Barongan Kali Gunting ini sejatinya diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Petra, Surabaya. Namun, pengelolaannya tetap dilakukan bersama dengan pemerintah Desa Mojotrisno.

Tujuan dari pasar ini tidak lain untuk memajukan potensi desa. Mulai dari produk kreatif seperti kain batik, kain tenun hingga kerajinan cor kuningan dan berbagai kuliner lokalnya.

“Ini memang kita mau menghadirkan suasana yang natural apa adanya. Meskipun di dekat kota tapi suasananya beda banget. Kulinernya kita pilih yang asli makanan lokal. Jadi back to nature-nya itu karena kalau kita menciptakan pasar yang building, maka akan kalah dengan yang di kota. Jadi kita bikin agar ada suasana yang berbeda,” kata Kepala LPPM UK Petra Surabaya Lintu Tulistyanrtoro.

Selain itu, penekanan pada ramah lingkungan menjadi ciri khas Pasar Barongan Kali Gunting. Yaitu tidak menyediakan kemasan plastik. “Kemasannya semua menggunakan ramah lingkungan. Seperti kertas, bambu dan daun. Para pengunjung dapat membeli tas dari anyaman bambu hanya dengan harga dua bambu,” terangnya.

Pasar Barongan Kali Gunting ini akan diadakan rutin setiap bulan pada minggu pertama. Pasar unik ini dibuka sejak pukul 06.00-10.00 WIB. pengunjung yang datang harus menukarkan uang dengan uang keping bambu untuk berbelanja di pasar tersebut.(*)

You May Also Like

Sinergi dengan ASIDEWI, Pemkot Blitar Luncurkan City Tour Jas Merah Bumi Bung Karno

Kawasan wisata Makam Bung Karno.(Foto : Team JATIMTIMES) JATIMTIMES – Pemerintah Kota…

Bupati Banyuwangi Ipuk Ingatkan Waspada Omicron saat Liburan

JATIMTIMES – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan pesan kepada masyarakat untuk selalu…