Politik

Yakin Dapat Rekom Cawalikota Batu, Didik Gatot Enggan Jadi Nomor Dua

11
×

Yakin Dapat Rekom Cawalikota Batu, Didik Gatot Enggan Jadi Nomor Dua

Sebarkan artikel ini

INDONESIAONLINE – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto optimis bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju sebagai Bakal Calon Walikota (Bacawali) Kota Batu pada Pilkada Kota Batu tahun 2024 mendatang.

Didik menyampaikan bahwa terdapat sembilan nama yang mendaftar sebagai Bacawali Kota Batu di Desk Pilkada DPC PDI Perjuangan Kota Batu. Beberapa nama yang mencuat di antaranya adalah Kris Dayanti, Punjul Santoso, dan dirinya sendiri.

Menurut Didik, saat ini dirinya sedang menjalani proses politik untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan sebagai Bacawali Kota Batu.

“Kita sedang berusaha keras. Di Malang, saya mendampingi Pak Bupati, dan di Batu, saya maju sebagai pribadi. Dengan adanya sembilan pendaftar, saya harus optimis,” ungkap Didik kepada JatimTIMES.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang ini menuturkan bahwa meskipun terdapat nama-nama seperti Kris Dayanti, mantan anggota DPR RI asal Kota Batu, dan Punjul Santoso mantan Wakil Walikota Batu, hal itu tidak mengurangi keyakinannya. Menurutnya, baik dirinya maupun kedua tokoh tersebut sama-sama merupakan kader PDI Perjuangan.

Baca  Gagal di Senayan, Krisdayanti Daftar Calon Wali Kota Batu

“Saya dengan Mbak KD, Mas Punjul sama-sama kader PDI Perjuangan,” kata Didik.

Didik yakin bisa mendapatkan rekomendasi sebagai Bacawali Kota Batu dari DPP PDI Perjuangan. Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya menjadi wakil dari Kris Dayanti atau Punjul Santoso, Didik menegaskan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi.

“Oh ya nggak mungkin (menjadi wakilnya Kris Dayanti atau Punjul Santoso), karena saya daftarnya bacawali,” tegas Didik.

Sementara itu, jika rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan sebagai Bacawali Kota Batu tidak turun kepadanya, Didik akan menerima apapun keputusan dari DPP PDI Perjuangan. “Ya nggak papa, harus siap sebagai kader partai tetap siap. Artinya diberikan penugasan atau tidak harus tetap setia dan tegak lurus dengan perintah partai,” ujar Didik (to/dnv).