Rencana Pembangunan Indonesia Islamic Science Park Madura

INDONESIAONLINE – Pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur masuk tahap uji kelayakan.

Tahap uji kelayakan pembangunan IISP dalam rangka mengetahui manfaatnya terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Madura.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Jatim Mohammad Yasin. Ia menyebutkan, pembangunan IISP sudah masuk tahap uji kelayakan, sehingga Pemprov Jatim melakukan FGD bersama Pemkab Bangkalan.

Dari 38,11 hektare (ha) luas tanah yang dibutuhkan, rencananya akan menggunakan sebagian tanah milik Kementerian PUPR. Di mana tanah tersebut sudah dilakukan pembebasan lahan.

“Yang dibebaskan oleh BBWS sudah banyak tapi kan tidak semuanya, akan kita gunakan untuk IISP,” tuturnya.

Adapun untuk segi pembiayaan, pihaknya menyebutkan masih akan dilakukan dikoordinasikan kembali. Bisa saja nanti ada support dari APBD dan APBN.

“Pada intinya masih kita coba koordinasikan kembali untuk pembiayaannya. Potensi pembiayaan mana nanti yang lebih memungkinkan,” ucapnya.

Selain itu, Yasin juga mengaku, terkait FGD yang dilakukan ini untuk mengukur kelayakan. Artinya pembangunan IISP ini dimulai dari uji kelayakan agar dapat gambaran yang utuh atas pembangunan IISP di Madura.

Dalam FGD rencana pembangunan IISP ini, ada beberapa aspek yang akan diuji, diantaranya aspek lingkungan, teknis, sosial, budaya, ekonomi, dan serta hukum finansial. Termasuk risiko dari bencana.

Untuk itu, Yasin berharap dengan adanya FGD ini nantinya ada masukan-masukan dari stakeholder yang ada serta para tokoh ulama yang hadir.

“Harapan kami melalui FGD ini ada masukan, sehingga menjadi penunjang pentingnya pembangunan IISP,” kata dia.

FGD dihadiri Kepala Bappeda Jatim, Kepala Balai Prasarana Permukiman Jatim, KAI, tokoh ulama hingga perangkat daerah setempat di aula Pendapa Pemkab Bangkalan, Rabu (6/9/2023).

Sebagai informasi, IISP merupakan salah satu proyek yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan (Gerbangkertosusilo).

Berdasarkan master plan dari Bappeda Jatim, IISP akan dibangun di atas tanah seluas 38,11 hektare di pintu masuk Jembatan Suramadu sisi Madura.

IISP ini akan menjadi satu-satunya wisata halal yang dikonsep dengan memaksimalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai jantungnya (if/dnv)