INDONESIAONLINE – Peringatan Haul Ke-626 Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik berlangsung khidmat di kompleks makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Gresik, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.
Bagi keluarga besar UIN Maliki Malang, kehadiran dalam haul tersebut bukan sekadar mengikuti tradisi tahunan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali menggali nilai-nilai intelektual, spiritual, dan sosial yang diwariskan Maulama Malik Ibrahim, kemudian mengimplementasikannya dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam di tengah perkembangan zaman.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi hadir bersama jajaran wakil rektor, dekan dan wakil dekan, direktur dan wakil direktur pascasarjana, ketua lembaga, ketua unit pelaksana teknis (UPT), kepala bagian, serta sejumlah staf pimpinan.
Ziarah ke Makam Maulana Malik Ibrahim
Sebelum mengikuti acara utama, jajaran pimpinan UIN Maliki Malang terlebih dahulu berziarah ke makam Syekh Maulana Malik Ibrahim. Rektor bersama rombongan memanjatkan doa sekaligus mengenang kiprah tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah awal penyebaran Islam di Jawa tersebut.
Ziarah tersebut menjadi momen spiritual sekaligus refleksi bagi keluarga besar UIN Maliki Malang. Di makam Sunan Gresik, mereka kembali diingatkan bahwa nama Syekh Maulana Malik Ibrahim yang disandang universitas bukan hanya menjadi identitas institusi, tetapi juga mengandung tanggung jawab untuk meneruskan nilai perjuangannya.
Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan awal Islam di Jawa. Dakwah yang dilakukan tokoh tertua Wali Songo itu tidak hanya melalui penyampaian ajaran agama, tetapi juga ditempuh lewat pendidikan, keteladanan, pemberdayaan masyarakat, serta pendekatan sosial yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai masih relevan untuk diterapkan dalam pendidikan tinggi Islam saat ini.
Menyandang Nama Sunan Gresik, Mengemban Tanggung Jawab Besar
Sambutan mewakili keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof Dr HM. Abdul Hamid MA. Ia menyampaikan apresiasi kepada ketua Yayasan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim beserta seluruh jajaran, keluarga besar yayasan, dan panitia yang telah menyelenggarakan rangkaian Haul Ke-626 Sunan Gresik dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Atas nama keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kami menyampaikan terima kasih kepada ketua Yayasan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim beserta seluruh jajaran pimpinan, keluarga besar yayasan, dan panitia. Bagi kami, haul ini bukan hanya momentum untuk mengenang seorang ulama besar, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Syekh Maulana Malik Ibrahim,” ujarnya.
Prof Abdul Hamid menilai penggunaan nama Syekh Maulana Malik Ibrahim merupakan kehormatan sekaligus amanah yang besar bagi universitas. Menurut dia, nama besar Sunan Gresik harus menjadi dorongan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berusaha membawa UIN Maliki Malang menjadi perguruan tinggi unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Memang tidak mudah menyandang nama besar Sunan Gresik, Syekh Maulana Malik Ibrahim. Nama besar ini menuntut kita untuk terus bekerja dan berikhtiar. Dengan tekad yang kuat dan usaha bersama, insya Allah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan menjadi perguruan tinggi yang masuk kategori terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Prof Hamid menambahkan, ukuran keberhasilan universitas tidak cukup hanya dilihat dari perkembangan institusi. Kemajuan tersebut juga harus tetap berpijak pada spiritualitas, tradisi keilmuan, serta nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari teladan perjuangan Sunan Gresik.
Menghidupkan Tradisi Dakwah melalui Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, Prof Hamid juga menjelaskan sejumlah langkah yang dilakukan UIN Maliki Malang untuk menerjemahkan semangat perjuangan Sunan Gresik ke dalam dunia pendidikan tinggi.
Salah satunya adalah pendaftaran UIN Maliki Malang untuk memperoleh rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan jumlah penghafal Al-Qur’an terbanyak.
Penguatan tradisi Al-Qur’an tersebut menjadi bagian dari identitas pendidikan UIN Maliki Malang. Nilai-nilai keislaman tidak ditempatkan berseberangan dengan ilmu pengetahuan modern, tetapi dipadukan dalam sistem pendidikan yang integratif.
Di sisi lain, UIN Maliki Malang juga terus mengembangkan internasionalisasi. Pada tahun ini, pendaftar mahasiswa asing tercatat berasal dari sedikitnya 44 negara.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nama Maulana Malik Ibrahim semakin dikenal tidak hanya dalam konteks sejarah Islam di Indonesia, tetapi juga mulai memiliki daya tarik di lingkungan akademik internasional. “Ini menunjukkan bahwa nama Maulana Malik Ibrahim tidak hanya menjadi nama sebuah universitas, tetapi telah menjadi identitas akademik yang kita bawa ke tingkat internasional,” katanya.
Biografi Sunan Gresik Disiapkan dalam Tiga Bahasa
Untuk memperluas dokumentasi dan memperkenalkan warisan Sunan Gresik kepada khalayak yang lebih luas, UIN Maliki Malang bersama Yayasan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim berencana menyusun biografi Syekh Maulana Malik Ibrahim dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Arab, dan Inggris. Penyusunan biografi tersebut diharapkan dapat mempertemukan sejarah lokal dengan khazanah keislaman serta kebutuhan dunia akademik internasional.
Dokumen tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai catatan sejarah, tetapi juga diharapkan menjadi referensi akademik yang memuat sosok, perjuangan, metode dakwah, serta kontribusi Syekh Maulana Malik Ibrahim. Dengan demikian, informasi mengenai Sunan Gresik dapat dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat internasional.
Melanjutkan Tradisi Al-Qur’an dan Bahasa Arab
Upaya meneruskan nilai perjuangan Sunan Gresik juga diwujudkan melalui sistem pembinaan mahasiswa di UIN Maliki Malang. Setiap mahasiswa baru diwajibkan mengikuti pembelajaran baca tulis Al-Qur’an serta bahasa Arab selama satu tahun atau dua semester.
Program tersebut menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa di Ma’had Sunan Ampel Al-Aly, tempat mahasiswa baru tinggal sekaligus mendapatkan pembinaan secara intensif.
Selain pembelajaran Al-Qur’an dan bahasa Arab, mahasiswa juga mendapatkan pembinaan mengenai tata cara ibadah yang sesuai dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. “Kalau Syekh Maulana Malik Ibrahim dahulu mengajarkan baca tulis Al-Qur’an dan bahasa Arab kepada masyarakat, maka UIN Maliki Malang meneruskan tradisi itu dalam konteks pendidikan tinggi modern. Mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga Al-Qur’an, bahasa Arab, dan pemahaman keagamaan yang benar,” jelas Prof Hamid.
Dengan pendekatan tersebut, warisan Sunan Gresik tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari sejarah, tetapi diupayakan hadir dalam nilai, sistem pendidikan, dan arah pengembangan kelembagaan UIN Maliki Malang.
Haul Menjadi Ruang Refleksi Akademik
Haul Ke-626 Syekh Maulana Malik Ibrahim menjadi ruang yang mempertemukan tradisi keagamaan dengan perkembangan pendidikan modern. Momentum tersebut juga menjadi refleksi mengenai hubungan antara sejarah, spiritualitas, ilmu pengetahuan, dan masa depan pendidikan tinggi Islam.
Bagi UIN Maliki Malang, mengenang Sunan Gresik bukan sekadar menengok perjalanan masa lalu. Warisan tersebut justru menjadi sumber inspirasi untuk membangun perguruan tinggi Islam yang unggul secara akademik, kokoh dalam nilai spiritual, berakar pada tradisi keislaman, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan global.
Ziarah dan kehadiran jajaran pimpinan UIN Maliki Malang dalam peringatan haul juga menjadi simbol bahwa kebesaran nama harus dibarengi dengan kerja nyata. Amanah yang diwariskan Maulana Malik Ibrahim tidak cukup diwujudkan dengan menyandang namanya, tetapi harus diteruskan melalui pendidikan, pengembangan ilmu, dakwah, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi dalam pembangunan peradaban.
Enam abad lebih setelah perjuangan Sunan Gresik, UIN Maliki Malang berkomitmen menjadikan warisan tersebut sebagai sumber inspirasi untuk mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, memiliki wawasan global, serta mampu meneruskan misi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. (hsa/hel)
