Pemuda 22 Tahun Ambisi Bangun Penginapan Mewah di Bulan, Ini Tarif yang Ditawarkan

Pemuda 22 Tahun Ambisi Bangun Penginapan Mewah di Bulan, Ini Tarif yang Ditawarkan
Ilustrasi kehidupan di bula. (info astronomy)

INDONESIAONLINE – Cakrawala pariwisata dunia kini tidak lagi terbatas di Bumi. Sebuah perusahaan rintisan bernama GRU Space baru saja mengumumkan rencana revolusioner untuk menghadirkan akomodasi kelas atas di permukaan bulan.

Meski masih dalam tahap awal, startup ini telah membuka sistem pemesanan bagi calon pelancong luar angkasa. Bagi mereka yang ingin merasakan sensasi bermalam di satelit alami Bumi ini, GRU Space mematok deposit yang sangat fantastis. Calon tamu diwajibkan menyetor uang muka mulai dari USD 250.000 hingga USD 1 juta, atau setara dengan kisaran Rp 4,2 miliar hingga Rp 16,8 miliar.

​GRU Space (singkatan dari Galactic Resource Utilization) didirikan pada tahun 2025. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada sektor perhotelan, tetapi juga memiliki peta jalan jangka panjang untuk mengeksplorasi kekayaan alam di bulan, Mars, serta asteroid guna menyokong keberlangsungan hidup manusia di luar angkasa.

​Sosok di Balik Layar: Skyler Chan

​Proyek raksasa ini digawangi oleh Skyler Chan, seorang pemuda berusia 22 tahun lulusan University of California, Berkeley. Rekam jejak Chan tergolong impresif:

  • Usia 16 Tahun: Sudah terlatih sebagai pilot di bawah bimbingan Angkatan Udara AS.
  • Pengalaman di Tesla: Pernah terlibat dalam pengembangan perangkat lunak kendaraan elektrik.
  • Kolaborasi NASA: Berhasil membangun eksperimen pencetakan 3D yang diterbangkan ke orbit.

​Tahapan Pembangunan: dari Balon hingga Batu Bata Bulan

​Untuk merealisasikan mimpinya, Chan telah mengamankan dukungan dari akselerator ternama, Y Combinator. Proses pembangunan direncanakan akan mengikuti lini masa berikut:

  1. Tahun 2029: Memulai pengiriman material awal seberat 10 kilogram menggunakan wahana pendarat bulan (lunar lander).
  2. Tahun 2032: Target pembukaan hotel pertama. Pada fase awal, bangunan akan menggunakan struktur inflatable (balon tiup) berkapasitas empat orang.
  3. Fase Permanen: Ke depannya, hotel akan dibangun menggunakan material lokal berupa batu bata dari regolit (tanah bulan) dengan arsitektur megah yang terinspirasi dari bangunan klasik Palace of the Fine Arts.

​Rencana ambisius ini menandai babak baru dalam industri astrotourism yang semakin kompetitif. Kemewahan kini mulai ditawarkan hingga ke luar atmosfer. (hsa/hel)