Rizieq Shihab Singgung “Jenderal Baliho”, Dudung Buka Suara

Rizieq Shihab Singgung “Jenderal Baliho”, Dudung Buka Suara
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal Pur Dudung Abdurachman (dudung_abdurachman)

INDONESIAONLINE  – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman angkat bicara terkait pernyataan Habib Rizieq Shihab yang menyinggung sosok “Jenderal Baliho” dalam isu yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Dudung menegaskan dirinya tidak pernah membisiki presiden terkait narasi tersebut.

Dudung menyatakan secara pribadi hubungannya dengan Habib Rizieq sudah tidak memiliki persoalan. Ia menjelaskan, langkah penurunan baliho yang pernah dilakukannya saat menjabat pangdam Jaya semata-mata berkaitan dengan status Front Pembela Islam (FPI) yang saat itu telah dibekukan pemerintah.

Dudung memgatakan, menguatnya kembali aktivitas FPI kala itu dipicu oleh narasi “revolusi akhlak” yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut dia, langkah penindakan yang diambil juga telah melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Dudung juga menepis anggapan yang mengaitkan dirinya dengan munculnya pernyataan presiden setelah ia menjabat sebagai kepala Kantor Staf Presiden. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan bisikan atau arahan apa pun kepada presiden.

Lebih lanjut, Dudung mengajak semua pihak, termasuk Habib Rizieq, untuk menjaga ketenangan di tengah situasi global yang penuh tantangan. Ia menekankan pentingnya persatuan nasional serta menghindari pernyataan yang dapat memicu perpecahan.
Menurut dia, sebagai seorang ulama, seharusnya Habib Rizieq menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan. Dudung pun mengingatkan pentingnya menjaga sikap, baik dalam ucapan maupun tindakan, agar tidak menimbulkan prasangka buruk dan konflik di tengah masyarakat.

Polemik ini bermula dari tanggapan Habib Rizieq Shihab terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Rizieq menduga ucapan Prabowo dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya di pemerintahan, termasuk para pembantu dan penasihat.

Dalam tayangan di kanal YouTube OfficialIslamicBrotherhoodTV, Rizieq menilai pernyataan tersebut berbeda dari sikap Prabowo sebelumnya yang dinilai tidak pernah menyampaikan hal serupa. Ia kemudian menyinggung adanya sosok yang disebutnya sebagai “menteri segala urusan” pada era pemerintahan terdahulu yang diduga memiliki pengaruh.
Rizieq juga mengaitkan perubahan sikap itu dengan pertemuan Prabowo dengan tokoh tertentu. Ia menduga, pernyataan presiden yang menyinggung “pergi ke luar negeri” hingga menyebut “Yaman” tidak lepas dari pengaruh pihak yang ia sebut sebagai “Jenderal Baliho”.

Lebih lanjut, Rizieq mempertanyakan keputusan pengangkatan sosok tersebut sebagai penasihat presiden. Ia bahkan mengaitkannya dengan dugaan keterlibatan dalam peristiwa Tragedi Km 50 serta menuding adanya penyampaian informasi yang tidak benar dalam konferensi pers saat kasus tersebut mencuat.

Rizieq menyatakan, menurut pandangannya, sosok yang ia sebut “Jenderal Baliho” memiliki rekam jejak yang bermasalah, termasuk dalam isu perpecahan sosial dan konflik antarkelompok. Karena itu, ia mempertanyakan alasan pengangkatan tokoh tersebut sebagai penasihat presiden, serta mengaitkannya dengan pernyataan Prabowo yang belakangan menuai perhatian (rds/,hel)