Kebiasaan Sarapan yang Salah Bisa Picu Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya

Kebiasaan Sarapan yang Salah Bisa Picu Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya
Ilustrasi terkena serangan jantung. (istock)

INDONESIAONLINE – Banyak orang menganggap sarapan sebagai momen penting untuk memulai hari. Namun, pilihan makanan di pagi hari yang kurang tepat, khususnya yang tinggi kandungan garam, justru berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

Dokter spesialis jantung, Robert Segel, mengungkapkan bahwa asupan natrium berlebih sejak pagi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah penumpukan cairan dalam tubuh yang dapat meningkatkan tekanan darah hingga berujung pada risiko gagal jantung.

Ia menjelaskan, banyak orang hanya menghindari makanan yang terasa asin seperti sosis atau bacon. Padahal, terdapat berbagai jenis makanan lain yang tidak terasa asin tetapi tetap mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Pernyataan tersebut disampaikannya seperti dikutip dari EatingWell, Rabu (6/5).

Sejumlah menu sarapan yang umum dikonsumsi, seperti roti, nugget, hingga aneka pastry, ternyata mengandung natrium cukup tinggi. Kandungan ini umumnya berasal dari bahan tambahan seperti pengawet dan baking soda yang digunakan dalam proses produksi makanan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 19 persen dibandingkan dengan mereka yang membatasi asupan garam. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena pola makan masyarakat modern cenderung tinggi natrium.

American Heart Association merekomendasikan konsumsi natrium harian tidak melebihi 1.500 miligram. Namun, pada praktiknya, rata-rata konsumsi masyarakat bisa mencapai lebih dari 3.300 miligram per hari.

Selain kandungan garam, makanan olahan seperti nugget dan sosis juga tinggi lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. Bahkan, konsumsi daging olahan lebih dari 140 gram per minggu dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung hingga 46 persen.

Kebiasaan mengonsumsi natrium berlebih juga berhubungan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2. Sejumlah studi menunjukkan bahwa asupan natrium tertinggi dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 80 persen, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan jantung.

Di sisi lain, banyak pilihan sarapan yang rendah serat. Padahal serat larut berperan penting dalam menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Sebagai alternatif, oatmeal serta buah-buahan seperti apel, pir, pisang, dan jeruk dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.

Untuk menjaga kesehatan jantung sejak pagi hari, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan. Antara lain memulai hari dengan minum air putih sebelum mengonsumsi kopi, menambah asupan serat minimal 5 gram, memilih sumber protein sehat seperti telur atau yogurt tanpa gula, serta mengurangi gula tambahan. Selain itu, aktivitas fisik ringan selama 10–15 menit, pengelolaan stres, dan paparan sinar matahari pagi juga dapat membantu menjaga kondisi tubuh.

Segel menegaskan, perubahan kecil dalam rutinitas pagi dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang. “Pola makan yang tepat, tubuh yang aktif, serta pikiran yang tenang menjadi kunci penting untuk memulai hari dengan lebih sehat,” ungkapnya. (mt/hel)