Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi vs Ronaldo

Akankan kedua legenda Sepakbola Messi dan Ronaldo bertemu di Piala Dunia 2026? Data Gracenote 2026 memprediksi peluang mereka bertemu hanya 7,2 persen (froyonion.com)

Piala Dunia 2026 jadi panggung terakhir Messi (39) dan Ronaldo (41). Peluang juara, kritik The Guardian, dan kans duel resmi keduanya.

INDONESIAONLINE – Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada Juni-Agustus mendatang dipastikan menjadi panggung “the last dance” bagi dua legenda sepak bola terbesar abad ke-21: Lionel Messi (39) dan Cristiano Ronaldo (41). Keduanya pertama kali tampil di Piala Dunia pada edisi 2006 di Jerman, dan kini usia mereka yang menua membuat edisi 2026 kemungkinan besar menjadi penampilan terakhir di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Messi unggul jauh dalam koleksi trofi Piala Dunia setelah mengantarkan Argentina juara edisi 2022 di Qatar, menuntaskan penantian 36 tahun negara tersebut sejak 1986. Sebaliknya, Ronaldo yang telah tampil di 5 edisi Piala Dunia belum sekalipun merasakan gelar juara, dengan pencapaian terbaik hanya semifinal pada edisi 2006.

Ronaldo Dihantam Kritik The Guardian Jelang Piala Dunia 2026

Penampilan Ronaldo di Piala Dunia 2026 menuai kritik tajam dari kolumnis olahraga The Guardian, Jonathan Wilson. Dalam kolom Inside Football edisi 30 Mei 2026 bertajuk “Creaking Cristiano Ronaldo’s Presence at World Cup is More a Curse than a Blessing”, Wilson menyebut kehadiran CR7 di skuad Portugal justru menjadi beban bagi tim.

“Dia bergerak lambat dalam lingkup pengaruh yang semakin kecil,” sebut Wilson.

Menurutnya, Ronaldo yang kini memperkuat Al Nassr tidak lagi memiliki kecepatan seperti saat membela Manchester United, Real Madrid, atau Juventus. Meski masih cukup bagus dalam duel udara dan menjadi pencetak gol andal, pergerakannya yang lambat dinilai menghambat harmonisasi tim.

Wilson mencontohkan penampilan Portugal di Piala Dunia 2022, di mana Ronaldo sempat dicadangkan pada babak 16 besar melawan Swiss.

“Di Piala Dunia terakhir pun dia (Cristiano Ronaldo) tampak seperti beban. Ketika dia dicadangkan dan digantikan oleh Gonçalo Ramos melawan Swiss, Portugal menemukan kembali kecepatan dan semangat, mereka mencetak 6 gol, 3 di antaranya oleh Ramos,” nilai sang kritikus.

Data Opta 2025 menunjukkan, Ronaldo pada musim 2024/2025 bersama Al Nassr mencatatkan rata-rata 0,98 gol per pertandingan, namun hanya 0,12 assist per laga dan persentase tekel sukses 12 persen, jauh menurun dibandingkan saat di Real Madrid (28 persen). Meski membawa Al Nassr meraih Piala Raja Arab Saudi 2025, mereka gagal meraih gelar Liga Pro Saudi.

Kritik Wilson sejalan dengan data UEFA 2025 yang mencatat, Portugal tanpa Ronaldo di lapangan mencatatkan rata-rata 2,1 gol per pertandingan, lebih tinggi dibandingkan saat Ronaldo bermain (1,7 gol per pertandingan) pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA.

Namun Ronaldo enggan menanggapi kritik tersebut secara langsung. “Kami datang dengan harapan besar. Generasi saat ini akan mempersembahkan yang terbaik. Kami hanya akan tahu hasil akhirnya nanti, sejauh mana kami bisa melangkah,” ucapnya dikutip dari ESPN pada Mei 2026.

Messi Lebih Tenang Jelang Akhir Karier Timnas Argentina

Berbeda dengan Ronaldo, Messi menghadapi Piala Dunia 2026 dengan beban lebih ringan setelah status juara bertahan bersama Argentina. Meski performanya tidak lagi sedahsyat saat di Barcelona atau PSG, La Pulga tetap menjadi figur sentral di skuad Argentina.

Jonathan Wilson juga menyoroti penampilan Messi di MLS bersama Inter Miami. “Betapa pun berbahayanya Messi di MLS, dia jelas tidak mampu bermain di level tertinggi di Eropa,” tulis Wilson.

Namun dia mengakui Messi tetap memiliki momen magis yang bisa mengubah jalannya pertandingan, seperti saat mengantarkan Argentina juara Piala Dunia 2022.

Data MLS 2025 mencatat, Messi pada musim 2024/2025 mencetak 28 gol dan 12 assist dalam 32 pertandingan, membantu Inter Miami meraih Supporters’ Shield untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Argentina sendiri telah lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai pemuncak klasemen CONMEBOL dengan 28 poin dari 14 pertandingan, unggul 5 poin dari Brasil di posisi kedua, berdasarkan data FIFA Juni 2025.

Peluang Duel Messi vs Ronaldo di WC 2026 Sangat Kecil

Salah satu hal paling dinantikan penggemar adalah kemungkinan duel resmi antara Messi dan Ronaldo, yang selama ini hanya terjadi di laga uji coba. Tercatat, Portugal dan Argentina baru dua kali bertemu di laga uji coba: 10 Februari 2011 (Argentina menang 2-1 via gol Angel Di Maria dan Messi, Portugal membalas lewat Ronaldo) dan 19 November 2014 (Portugal menang 1-0 lewat gol Raphael Guerreiro, namun Ronaldo hanya bermain 45 menit dan Messi baru dimainkan di babak kedua).

Di level klub, keduanya telah bertemu 36 kali, dengan Messi mencatat 17 kemenangan saat membela Barcelona, sementara Ronaldo menang 11 kali bersama Manchester United dan Juventus. Namun di level tim nasional, mereka belum pernah bertemu di ajang resmi selama 5 edisi Piala Dunia yang mereka ikuti bersama.

Peluang duel resmi di Piala Dunia 2026 sangat kecil mengingat format baru 48 tim, dengan 16 grup masing-masing berisi 3 tim, di mana dua tim teratas lolos ke babak 32 besar. Argentina berada di Grup D bersama Prancis, Denmark, dan Tunisia, sementara Portugal berada di Grup H bersama Jerman, Meksiko, dan Selandia Baru, berdasarkan hasil undian grup FIFA Desember 2025.

Keduanya baru bisa bertemu jika sama-sama lolos hingga babak perempat final atau lebih tinggi. Data Gracenote 2026 memprediksi peluang mereka bertemu hanya 7,2 persen.

Meski begitu, baik Messi maupun Ronaldo tidak memikirkan kemungkinan duel tersebut. “Saya hanya fokus membantu Argentina mempertahankan gelar, siapa pun lawan yang dihadapi, itu tidak penting,” ujar Messi pada wawancara eksklusif dengan TyC Sports pada Juni 2026.

Piala Dunia 2026 akan menjadi momen bersejarah bagi kedua legenda tersebut, terlepas dari apakah mereka bertemu di lapangan atau tidak. Bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia, menonton penampilan terakhir dua pemain terbaik abad ke-21 sudah cukup menjadi hadiah yang tak ternilai.