INDONESIAONLINE – Perkembangan tren kuliner yang bergerak cepat di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha bakery. Selain menjaga kualitas produk, pelaku usaha juga dituntut mampu mengikuti perubahan selera pasar yang banyak dipengaruhi media sosial.
Salah satu owner Sari Madu Bakery, Ima Tanzil, mengatakan bisnis kuliner saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan memasak, tetapi juga harus memahami strategi pemasaran digital agar mampu bersaing.
“Di dunia bakery mungkin untuk tantangan produksi ya. Kita jualan makanan ini sekarang nggak bisa cuma pintar masak doang, tapi juga harus tahu main digital marketing. Apalagi makanan itu kan sekarang viral-viral, ganti-ganti terus. Jadi, kayak jualan baju harus update kayak fashion. Bahkan kita keluarin produk baru itu seminggu sekali. Itu sih tantangan untuk bagian produksi,” ujarnya, Rabu (17/06/2026).
Menurut Ima, menjaga kualitas menjadi kunci utama agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga. Karena itu, Sari Madu Bakery menerapkan standar produksi yang ketat melalui sistem quality control dan takaran bahan yang telah ditentukan secara rinci.
“Untuk menjaga kualitas, kami rasanya harus konsisten. Ada quality control pastinya. Tapi di balik itu semua, kami sudah menyiapkan takaran-takaran yang memang sudah dikemas rapi sesuai gramnya. Jadi, koki itu tinggal aduk, nggak ada perubahan rasa karena timbangannya itu sudah tim sendiri dan ada rumah produksi sendiri,” katanya.
Dalam hal pemasaran, Sari Madu Bakery memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. “Untuk marketing-nya sendiri, kita mainnya di Instagram dan TikTok,” tambahnya.
Ima menjelaskan, Sari Madu Bakery kini telah memiliki enam cabang di Kalimantan Timur. Cabang terbaru hadir dengan konsep restoran yang mengusung cita rasa Nusantara, khususnya kuliner khas Kalimantan.
“Alhamdulillah kita sudah buka cabang ke-6 di Kaltim. Tapi cabang baru ini berbeda dari cabang-cabang sebelumnya karena berbentuk restoran. Jadi, bisa makan di tempat. Dengan harapan ketika nanti orang-orang luar kota datang ke Samarinda, sudah ada tempat kuliner yang menyediakan kue-kue khas di sini,” ungkap Ima.
Restoran tersebut memiliki kapasitas sekitar 200 kursi dan menyajikan berbagai kue tradisional serta makanan khas Kalimantan. Sebut saja soto Banjar dan buras.
Melalui konsep tersebut, Sari Madu Bakery berharap dapat menjadi salah satu destinasi kuliner di Samarinda yang menawarkan pengalaman menikmati ragam kuliner khas Kalimantan dalam satu lokasi. “Pengen jadi destinasi kuliner di mana orang-orang datang mencari kuliner khas Kalimantan lengkap, dari kue sampai makanan beratnya, lengkap ada begitu,” tutup Ima. (ra/hel)













