INDONESIAONLINE – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kuliah tamu internasional bertema Artificial Intelligence and the Future of Information Services. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juni 2026 itu menghadirkan dua akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam transformasi layanan informasi dan profesi kepustakawanan di era digital.
Kuliah tamu yang digelar di Auditorium Utara FST UIN Malang ini menghadirkan Prof Madya Ts Dr Roziya Abu dan Assoc Prof Dr Norizan Anwar dari Faculty of Information Management UiTM Malaysia sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Prof Roziya menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara informasi dikelola, ditemukan, diakses, dan didistribusikan.
Menurut dia, teknologi AI tidak hanya menghadirkan tantangan bagi lembaga informasi, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan layanan yang lebih inovatif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Ia menegaskan bahwa peran pustakawan tidak akan tergantikan oleh teknologi. Sebaliknya, para profesional informasi perlu meningkatkan kompetensi digital agar mampu memanfaatkan AI untuk menghadirkan layanan yang lebih berkualitas dan relevan.
Berbagai penerapan AI dalam dunia perpustakaan turut dibahas, mulai dari sistem temu kembali informasi cerdas, pengelolaan koleksi digital, personalisasi layanan pengguna, hingga analisis kebutuhan informasi masyarakat. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.
Meski demikian, Prof Roziya mengingatkan bahwa implementasi AI harus dibarengi dengan perhatian terhadap etika, perlindungan data pribadi, keamanan informasi, serta penguatan literasi digital. “Keberhasilan pemanfaatan AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemampuan manusia menggunakannya secara bertanggung jawab,” ungkapnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional antara perguruan tinggi, perpustakaan, dan lembaga informasi untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam menghadapi transformasi digital.
Kuliah tamu tersebut mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa yang aktif berdiskusi mengenai peluang dan tantangan penerapan AI di perpustakaan, kompetensi baru yang dibutuhkan pustakawan, hingga prospek profesi informasi di masa depan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UIN Malang berharap mahasiswa memiliki kesiapan kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, serta etika profesi yang kuat. Tujuannya, mereka mampu menjadi profesional informasi yang adaptif dan inovatif di era transformasi digital. (hsa/hel)













