Kaltim Tak Masuk Prioritas Karhutla Nasional, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Tetap Waspada dan Utamakan Pencegahan

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud. (ist)

INDONESIAONLINE – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak menganggap sepele potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Benua Etam. Meskipun Kaltim tidak masuk dalam daftar enam provinsi prioritas penanganan karhutla nasional, Rudy minta kewaspadaan serta pengawasan di lapangan harus terus ditingkatkan.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Gubernur Rudy Mas’ud saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/10/2026). “Kaltim tidak termasuk dalam 6 provinsi prioritas penanganan karhutla. Meski begitu, kita tidak boleh anggap sepele. Kita harus tetap waspada dan terus meningkatkan pengawasan,” ujar  Rudy Mas’ud.

Gubernur yang akrab disapa Harum ini menekankan bahwa langkah pencegahan jauh lebih krusial daripada melakukan pemadaman ketika api sudah meluas. Menurut dia, dampak karhutla sangat multidimensional, mulai dari krisis kesehatan hingga terganggunya rantai pasok barang.

“Lebih baik kita mencegah daripada memadamkan. Dampaknya ke mana-mana. Gangguan kesehatan hingga gangguan distribusi logistik,” tandas Harum.

Selain meminta peningkatan pengawasan fisik dan cegah dini di titik-titik rawan, Harum juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik mengenai perkembangan situasi di lapangan.

“Keempat, setiap progres penanganan karhutla hendaknya tersampaikan ke publik dengan akurat dan bijak,” pesan gubernur mengakhiri arahannya. (ra/hel))