INDONESIAONLINE – David Beckham, mantan kapten Tim Nasional Inggris sekaligus legenda Manchester United, disebut-sebut berpotensi meramaikan persaingan menuju kursi presiden FIFA.
Nama Beckham mulai diperbincangkan sebagai calon penantang Gianni Infantino dalam pemilihan pimpinan tertinggi badan sepak bola dunia tersebut. Mengutip laporan Sky Sports, Beckham menjadi salah satu figur yang dinilai memiliki modal kuat untuk masuk dalam bursa pencalonan.
Kemunculan namanya terjadi di tengah penolakan terhadap kemungkinan Infantino kembali menjabat sebagai presiden FIFA.
Selain Beckham, sejumlah tokoh lain juga mulai dikaitkan dengan persaingan tersebut. Mereka di antaranya pengusaha asal Amerika Serikat Michele Kang dan Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia Lise Klaveness.
Sky Sports menilai Beckham memiliki keunggulan dari sisi popularitas dan pengaruh internasional. Dengan rekam jejak sebagai salah satu pesepak bola terkenal di dunia, pria berusia 51 tahun itu dinilai berpotensi menjadi figur yang diperhitungkan dalam persaingan tersebut.
“Eropa masih jadi benua kuat [dalam bursa pencalonan presiden FIFA]. Ceferin [presiden UEFA] sudah keluar dari pencalonan. Begitu juga dengan Arsene [Wenger]. Jika butuh kriteria yang kuat, ada satu nama yang belum disebut: David Beckham,” tulis Sky Sports.
Popularitas Beckham tidak hanya bertumpu pada kiprahnya ketika masih aktif bermain. Saat ini, ia merupakan salah satu pemilik klub sepak bola Amerika Serikat, Inter Miami, yang turut memperkuat pengaruhnya di kawasan Amerika.
Pengaruh Beckham juga menjangkau Asia. Mantan pemain Real Madrid tersebut diketahui kerap mengunjungi China dan menjalankan peran sebagai duta dalam pengembangan sepak bola usia muda serta liga profesional di negara tersebut.
Meski memiliki modal popularitas dan jaringan internasional, Beckham diperkirakan harus menghadapi persaingan politik yang tidak mudah apabila benar-benar masuk dalam perebutan jabatan presiden FIFA. Ia sebelumnya pernah melontarkan kritik keras terhadap FIFA dengan menyebut skandal yang terjadi di organisasi tersebut sebagai sesuatu yang menjijikkan.
Sky Sports juga menyoroti faktor finansial yang dinilai dapat menjadi modal Beckham dalam persaingan politik di tubuh FIFA. ðdddddðd”Tapi sebagai miliarder, Beckham tidak akan dicurigai memperkaya diri dan merugikan FIFA. Serta yang lebih penting, Beckham bisa membiayai kampanye melawan Infantino,” tulis Sky Sports.
Pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung dalam Kongres Ke-77 FIFA di Rabat, Maroko, pada Maret 2027. Kontestasi tersebut diperkirakan menjadi ajang persaingan antara kelompok yang menginginkan perubahan kepemimpinan, termasuk dari Eropa melalui UEFA, dan pihak yang mendukung petahana.
Meski nama Beckham mulai disebut dalam pembahasan calon presiden, laporan tersebut belum memastikan bahwa ia telah mengajukan pencalonan secara resmi. Karena itu, peluang mantan bintang Manchester United tersebut untuk bersaing dengan Infantino masih sebatas spekulasi yang berkembang di media. (hsa/hel)







