Beranda

Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung

Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei (afp)

INDONESIAONLINE – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Kabar tersebut diumumkan secara resmi oleh otoritas Iran setelah sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait kematiannya.

Mengutip sejumlah sumber internasional, Khamenei lahir di Mashhad pada 19 April 1939. Ia merupakan putra kedua dari Sayyed Javad Khamenei, seorang ulama sederhana yang menanamkan nilai hidup bersahaja kepada keluarganya sejak dini.

Sejak kecil, Khamenei menempuh pendidikan dasar di maktab untuk mempelajari alfabet dan Al-Qur’an. Setelah itu, ia melanjutkan studi di sekolah Islam sebelum memperdalam ilmu agama di seminari teologi di Mashhad.

Di lembaga pendidikan agama seperti Soleiman Khan dan Nawwab, ia mendalami logika, filsafat, serta fikih di bawah bimbingan ayahnya dan sejumlah ulama terkemuka.

Peran dalam Revolusi Iran

Pada masa remaja, Khamenei terinspirasi oleh pidato Nawwab Safavi yang menentang kebijakan Shah Iran yang dinilai anti-Islam. Tahun 1962, ia bergabung dengan gerakan revolusioner yang dipimpin Ruhollah Khomeini untuk menentang rezim Shah yang dianggap pro-Barat.

Selama sekitar 16 tahun, Khamenei aktif dalam gerakan perlawanan hingga akhirnya Revolusi Islam 1979 berhasil menggulingkan Shah. Dalam periode tersebut, ia beberapa kali ditangkap dan dipenjara oleh aparat keamanan SAVAK, bahkan sempat menjalani pengasingan akibat aktivitas politiknya.

Menjadi Pemimpin Tertinggi

Setelah wafatnya Ruhollah Khomeini pada 1989, Khamenei diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Sebelumnya, ia menjabat sebagai presiden Iran pada era perang Iran-Irak di dekade 1980-an.

Selama kepemimpinannya, Khamenei memperkuat struktur militer dan paramiliter Iran. Pengalaman perang panjang melawan Irak serta dukungan negara-negara Barat terhadap Saddam Hussein turut membentuk sikap kritisnya terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.

Laporan Kematian dan Respons Iran

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Khamenei tewas dalam serangan yang dilancarkan AS dan Israel di Teheran. Kompleks kediaman Khamenei disebut menjadi target serangan udara besar-besaran.

Stasiun penyiaran negara Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran telah “mencapai syahid”. Sejumlah kantor berita Iran juga mengonfirmasi kabar tersebut.

Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta menetapkan tujuh hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Ali Khamenei. (rds/hel)

Exit mobile version