Beranda

Ancaman Baru Iran: Reaktor Nuklir Israel di Gurun Negev Bisa Jadi Target

Ancaman Baru Iran: Reaktor Nuklir Israel di Gurun Negev Bisa Jadi Target
Rudal dan bendera Iran.

INDONESIAONLINE – Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat seiring berlanjutnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Serangkaian serangan dan aksi balasan yang terjadi di berbagai wilayah kawasan tersebut membuat situasi keamanan semakin memanas.

Eskalasi konflik dipicu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada 28 Februari. Serangan itu kemudian dibalas Teheran dengan meluncurkan rudal, drone, serta operasi militer yang menyasar sejumlah lokasi di kawasan Teluk.

Perkembangan terbaru menunjukkan konflik meluas ke berbagai sasaran. Beberapa di antaranya meliputi serangan terhadap aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, rudal yang menghantam wilayah Israel, serta laporan kerusakan pada kapal dan fasilitas energi di beberapa negara.

Selain itu, Iran mengeluarkan ancaman terhadap fasilitas nuklir Israel di Dimona. Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran akan kemungkinan konflik yang lebih luas di kawasan.

Di sisi lain, pihak Amerika Serikat mengklaim telah menenggelamkan puluhan kapal milik Iran selama pertempuran berlangsung. Sejumlah laporan juga menyebut adanya korban luka di pihak Israel serta klaim serangan terhadap kapal perang dan instalasi militer di laut.

Berikut sejumlah perkembangan terbaru terkait konflik Iran di Timur Tengah:

Serangan Iran ke Aset AS dan Kilang Minyak di Teluk
Angkatan bersenjata Iran dilaporkan melancarkan serangan baru terhadap sejumlah target milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada Jumat (6/3).
Menurut laporan radio pemerintah Iran yang mengutip Markas Pusat Khatam Al Anbiya, serangan tersebut menyasar kapal tanker minyak milik AS di perairan dekat Kuwait serta fasilitas kilang minyak di Bahrain. Markas tersebut merupakan lembaga yang memegang kendali operasional militer Iran saat kondisi perang.

Korps Garda Revolusi Islam Iran juga menyatakan bahwa rudal generasi terbaru mereka berhasil mengenai beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk serta sejumlah titik di Israel.
Militer Iran juga menyebut unit drone angkatan laut menargetkan posisi pasukan AS di Camp Buehring di Kuwait. Pangkalan ini sebelumnya dikenal dengan nama Camp Udairi dan merupakan salah satu fasilitas militer utama Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Serangan yang menyasar Bahrain dilaporkan memicu kebakaran di kilang minyak utama milik Bapco Energies. Meski demikian, otoritas Bahrain menyatakan api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban luka. Kilang yang terletak di Pulau Sitra tersebut juga disebut tetap beroperasi seperti biasa.

Rudal Iran Menghantam Wilayah Tel Aviv
Iran juga kembali melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa rudal tersebut diarahkan ke target yang disebut berada di pusat kota Tel Aviv.

Seorang jurnalis AFP di Tel Aviv melaporkan terdengar dua gelombang ledakan yang terjadi hampir bersamaan dan menggema di berbagai penjuru kota. Kilatan roket juga terlihat di langit Netanya, kota pesisir yang berada di utara Tel Aviv.

Setelah serangan tersebut, layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengirimkan tim ke sejumlah lokasi untuk memeriksa dampak serangan dan kemungkinan korban.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut. Polisi Israel juga dikerahkan untuk menangani proyektil yang jatuh di wilayah Israel tengah serta melakukan evakuasi di beberapa titik terdampak.

Rekaman yang dirilis Magen David Adom menunjukkan sebuah rumah di Israel tengah mengalami kerusakan pada halaman setelah terkena dampak serangan. Beberapa pohon terlihat tumbang dan area sekitar mengalami kerusakan, namun bangunan utama tetap berdiri.

Ancaman terhadap Reaktor Nuklir Dimona
Ketegangan semakin meningkat setelah Iran mengancam akan menyerang fasilitas nuklir Israel di Dimona. Ancaman tersebut muncul setelah Amerika Serikat dilaporkan menyerang kapal perang Iran di dekat Sri Lanka pada Rabu (4/3). Serangan itu disebut dilakukan menggunakan kapal selam milik AS.

Kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, mengutip seorang pejabat militer yang menyatakan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menargetkan reaktor nuklir di Dimona, yang diyakini sebagai pusat pengembangan program senjata nuklir Israel.
Dimona sendiri merupakan kota di Gurun Negev yang menjadi lokasi Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev. Fasilitas tersebut dikenal sebagai salah satu instalasi paling dijaga ketat di Israel.

Serangan terhadap kapal fregat Iran di perairan internasional dilaporkan menewaskan 87 pelaut. Angkatan Laut Sri Lanka menyatakan telah menyelamatkan 32 orang yang selamat di dekat Pelabuhan Galle.

Perkembangan ini menambah ketegangan di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang melibatkan lebih banyak negara. (rds/hel)

Exit mobile version