INDONESIAONLINE – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi (Rakor) penanganan covid-19 dengan materi bahasan antisipasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Omicron di Kabupaten Tulungagung di Pendapa Kongas Arum Kusumaningbangsa, Rabu (26/1/2022).

Dalam rakor yang dihadiri Forkopimda, OPD terkait dan Camat se-Kabupaten itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, dalam rangka mengantisipasi kepulangan PMI dan mekanisme penanganan karantina, dibutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak.

Untuk itu Bupati Maryoto meminta kepada seluruh masyarakat Tulungagung untuk selalu waspada terhadap virus covid-19 varian omicron.

“Karena varian omicron belum terdeteksi dan Kabupaten Tulungagung sudah masuk dalam penerapan PPKM level 1, masyarakat tetap diharuskan waspada,” Bupati Maryoto.

Waspada Omicron yang dimaksud, lanjut Maryoto, utamanya pada orang dengan Riwayat bepergian dari Luar Negeri (Negara dengan transmisi Omicron), salah satunya dengan meningkatkan respon 3 T (testing, tracing dan treatment) terhadap seluruh index kasus covid-19 dan tempat perawatan covid-19 sebagai antisipasi adanya lonjakan kasus.

Baca Juga  Satu Jam Terima Syahrul Yasin, Jokowi Ditemani Mensesneg

Selain itu, sikap waspada masyarakat bisa dilakukan melalui pengawasan Protokol Kesehatan 5M yang ketat (Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) dan meningkatkan Cakupan Vaksinasi seluruh sasaran untuk meningkatkan Herd Immunity.

“Diperlukan penerapan protokol kesehatan yang ketat, selain itu Sekolah maupun kampus yang sudah melaksanakan tatap muka juga wajib diberlakukan prokes ketat,” ucap Maryoto.

Di tempat yang sama Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto mengatakan, dalam rangka antisipasi dan kesiapan menghadapi puncak penyebaran Covid-19 terutama varian omicron, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan disiplin Prokes melalui Penegakan Prokes Pamor Keris dan Operasi Yustisi bersama tiga pilar. 

Selain itu, juga diperlukan pengoptimalan kemampuan dalam percepatan vaksinasi lansia dan anak usia 6-11 tahun serta yang telah memenuhi syarat dilakukan vaksinasi lanjutan (booster).

Baca Juga  Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dispersip Pemkab Blitar Sinergi dengan Stakeholder

Kapolres juga mengajak semua instansi terkait untuk kembali menggelorakan Prokes kepada masyarakat, mengoptimalkan kembali kegiatan vaksinasi, mempersiapkan Rumah Sakit rujukan, RSDC, Isoman dan Isoter dan Meningkatkan 3 T (Tracing, Testing dan Treatment). “Kita Optimalkan peran PPKM Mikro. Ini harus disiapkan kembali, jika terjadi ada lonjakan kasus positif kita sudah siap,” kata  AKBP Handono.



Muhamad Muhsin Sururi