INDONESIAONLINE – Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana penerapan blokade terhadap seluruh pelabuhan Iran mulai Senin (13/4) waktu setempat. Langkah ini diambil setelah perundingan damai di Pakistan berujung buntu dan Washington menuding Teheran tetap bersikeras mempertahankan ambisi nuklirnya.
Mengutip laporan AFP, pengumuman blokade palebuhan Iran tersebut disampaikan pada Minggu (12/4), meskipun sebelumnya telah tercapai kesepakatan gencatan senjata pada Rabu lalu guna menghentikan konflik selama enam minggu antara AS-Israel dan Iran.
Komando pusat AS menyatakan bahwa blokade akan diberlakukan secara menyeluruh terhadap kapal dari berbagai negara yang keluar-masuk pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk kawasan Teluk Arab dan Teluk Oman. Kebijakan itu dijadwalkan mulai berlaku pukul 14.00 GMT pada Senin (13/4).
Meski demikian, pihak AS menegaskan tidak akan mengganggu kapal yang melintas di Selat Hormuz selama tidak menuju pelabuhan Iran. “Panduan lebih lanjut bagi para pelaut disebut akan segera dirilis,” ungkap komando pusat AS.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa mereka menguasai penuh lalu lintas di Selat Hormuz dan siap menghadapi pihak mana pun yang dianggap sebagai ancaman.
Sementara itu, Presiden Donald Trump melalui unggahan di media sosial menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan membersihkan jalur pelayaran dari ranjau dan memastikan kebebasan navigasi. Namun, ia menekankan bahwa Iran tidak boleh memanfaatkan kendali atas perairan strategis tersebut. (rds/hel)
