INDONESIAONLINE – Asmara beda usia antara wanita lansia berinisial AL (65) asal Desa Hutapadang, Kecamatan Ulupungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara dan Paoji (32) berakhir tragis. AL ditemukan tewas pada 24 April 2024 lalu di tangan Paoji.

Awalnya, korban dikira tewas diterkam harimau, namun setelah penyelidikan, terungkap AL dibunuh oleh kekasihnya sendiri, Paoji.

Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh menjelaskan, setelah membunuh korban, Paoji langsung mandi dan membuang pakaiannya ke jembatan untuk menghilangkan jejak. Ia kemudian menyebarkan isu ke warga bahwa korban tewas karena diterkam harimau.

Warga sempat mempercayai isu tersebut karena di lokasi kejadian ditemukan darah, bekas seretan, dan baju korban yang koyak. Bekas seretan itu sengaja dibuat oleh Paoji setelah menyeret jenazah korban sekitar 50 meter dari lokasi pembunuhan. Mayat AL ditemukan di dekat musala oleh warga yang hendak berwudu.

Baca Juga  Diduga Tipu Warga Plandaan Modus Rekrutmen Honorer, Oknum LSM di Jombang Dipolisikan

Motif Pembunuhan

Arie mengungkapkan, motif pembunuhan ini didasari oleh rasa cemburu AL kepada Paoji. Korban dan pelaku sudah menjalin hubungan asmara selama dua tahun. Namun, AL mendapatkan informasi bahwa Paoji akan menikahi wanita lain.

Pada hari kejadian, AL dan Paoji bertemu. Saat itu, AL meminta Paoji untuk menikahinya. Diduga, AL sempat mengancam Paoji. Merasa emosi, Paoji mendorong tubuh AL hingga kepalanya terbentur beton jalan.

“Dengan motif korban ingin pelaku menikah dengannya. Korban cemburu pelaku akan menikah dengan wanita lain, sehingga korban mengatakan akan menusuk anak pelaku jika pelaku tidak menikah dengan korban,” ujar Arie.

Atas perbuatannya, Paoji dijerat Pasal 338 KUHP atau Pasal 351 ayat tiga KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga  Ricky Rizal Divonis 13 Tahun Penjara Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat