Benarkah Setan Bikin Ketindihan saat Tidur? Simak Penjelasan Dokter Berikut

INDONESIAONLINE – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, ketindihan saat tidur adalah fenomena yang sering dikaitkan dengan budaya dan mitos. Dalam beberapa budaya, ada kepercayaan bahwa ketindihan saat tidur terjadi karena gangguan makhluk halus seperti setan atau roh jahat. Benarkah demikian?

Dokter Umum dr Bandoro menjelaskan secara garis besar, tidur terbagi menjadi dua fase, yakni fase REM dan non-REM. REM adalah kepanjangan dari rapid eye movement atau fase  seseorang biasanya bermimpi.

“Nah, untuk menjaga tubuh kita jalan-jalan atau loncat-loncat saat mimpi, maka kontrol ke otot tubuh dinonaktifkan sementara waktu oleh otak melalui mekanisme yang namanya atonia REM,” jelas Bandoro, dikutip dari konten di akun Instagram pribadinya @bandoromd, Senin (22/4).

Lebih lanjut, Bandoro menerangkan pada kasus umumnya manusia saat terbangun dari tidur, maka fase atonia REM juga harusnya ikut selesai. Namun di 10% orang, pada beberapa kondisi, otak bisa jadi terbangun saat REM masih berlangsung.

“Alhasil kitanya sadar tapi badan nggak bisa digerakkan sama sekali. Kayak ditindih, makanya namanya ketindihan atau sleep paralysis,” ungkapnya.

Selain itu, kata Bandoro, pada kondisi tersebut sering seseorang masih berhubungan dengan fase mimpi. Oleh karenanya, tak jarang fenomena ini juga disertai dengan halusinasi. Salah satu contohnya adalah seperti ada bayangan hitam.

Ketindihan atau sleep paralysis ini, sambung Bandoro, sebenarnya tidak berbahaya. Namun jika hal tersebut kerap mengganggu tidur, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Berikut ini tips agar tak sering mengalami ketindihan atau sleep paralysis, menurut dokter Bandoro.

– Tidur 7-9 jam sehari

– Jam tidur teratur

– Tidur menyamping (pada sleep apnea)

– Olahraga rutin (jeda maks 4 jam dari tidur)

– Hindari rokok, kafein, dan alkohol sebelum tidur

Demikian penjelasan soal apa yang terjadi pada tubuh seseorang saat mengalami ketindihan, beserta tips agar tidak mengalami ketindihan. Semoga membantu. (bin/hel)