Berencana untuk membuka usaha minuman segar, seperti smoothie, jus buah, thai tea, es boba, dan lain sebagainya? Jika iya, salah satu perlengkapan yang mesti dimiliki adalah komersial atau heavy duty blender atau ada juga yang bilang “blender mahal” karena harganya bisa beberapa kali lipat dibanding blender rumahan. 

Mengapa tidak beli blender standar rumahan saja? Menurut sumber dari Aturrumah.com, berikut perbedaan keduanya:

Fungsi

Pemakaian blender untuk usaha dan rumah tangga jelas berbeda. Untuk rumahan, pemakaiannya biasanya hanya ketika ingin membuat minuman segar saja; biasanya tidak setiap hari. 

Sedangkan untuk usaha, pemakaiannya bisa berkali-kali setiap harinya. Oleh karena itu, dibutuhkan blender khusus untuk penggunaan komersial yang notabene punya motor yang kuat, tidak cepat panas, kapasitas besar, dan pisaunya tebal. Di lain sisi, jika menggunakan blender rumahan untuk usaha, bukan tidak mungkin Anda malah keluar uang lebih karena harus mengganti blender baru setiap beberapa bulan sekali.

 

Motor

Jika daya besar, kekuatan motor juga besar yang mana ini berarti bahwa proses penghalusan akan lebih cepat. Sebaliknya, jika daya kecil, kekuatan motor juga kecil dan proses penghalusan akan lebih lama. Sebagai contoh, untuk blender komersial yang dibanderol dengan harga 1 jutaan, powernya adalah 1500 watt, sedangkan untuk blender 100 ribuan, dayanya hanya 250 watt saja. Dengan daya 1500 watt, kecepatan pisau bisa mencapai 23.000 sampai 26.000 rpm dan untuk daya 250 watt, kecepatan pisaunya hanya sekitar 3.000 rpm.

Baca Juga  Tutorial Make Up untuk Pemula Ala Seleb Tiktok Naila Dinillah

 

Mata pisau

Mata pisau pada blender rumahan biasanya berjumlah 2 hingga 4 buah yang terbuat dari material stainless steel dengan kualitas yang standar yang memang cocok untuk keperluan rumah tangga. 

Material stainless steelnya juga tahan karat tetapi jika terlalu sering dipakai, lapisan kromium pada bahan ini bisa terkelupas sehingga menyebabkan timbulnya karat. Selain itu, mata pisau ini juga cepat tumpul jika rutin digunakan.

Berbeda dengan blender rumahan, blender komersial memiliki 4 sampai 8 mata pisau tajam yang terbuat dari stainless steel tebal atau tungsten (wolfram) yang adalah logam keras, padat, berwarna perak keputihan, dan tahan panas. 

Mata pisau ini lebih tahan lama dan anti karat sehingga tidak mudah rusak dan tidak perlu diganti-ganti walaupun blender sering digunakan.

 

Baca Juga  Bukan Pesta yang Megah, Hasil Survei: Pesta Pernikahan Intim Jadi Idaman Anak Muda Indonesia

Jug atau goblet

Kebanyakan goblet pada blender komersial terbuat dari polycarbonate yang adalah bahan plastik yang sangat transparan, tapi tebal dan lebih kuat dari kaca. Bahan ini bebas dari bisphenol-A (BPA free) dan anti retak walaupun terkena benturan keras atau saat menghaluskan bahan-bahan dengan tekstur keras, seperti es batu.

Sedangkan untuk blender rumahan, kualitas dan bahan jug-nya biasanya tergantung dari harga. Umumnya, bahan yang digunakan adalah plastik (ketebalan plastiknya lebih tipis dibanding blender komersial) atau kaca. 

 

Kapasitas

Umumnya, blender rumahan kapasitasnya sendiri bervariasi mulai dari 0.5 liter sampai 2 liter dengan harga yang juga bervariasi tergantung merk, yaitu mulai dari 100 ribuan rupiah sampai 400 ribu rupiah atau lebih. Sedangkan, untuk commercial atau heavy duty blender, rata-rata berkapasitas 2 liter karena memang diperuntukkan untuk usaha. Dengan kapasitas besar ini, pemilik bisa membuat beberapa porsi minuman sekaligus dalam sekali penghalusan.So, kalau Anda hanya menggunakan blender untuk keperluan rumah, sebaiknya beli blender rumahan saja, misal blender Miyako plastik, Philips, Cosmos, Mitochiba dll. Namun jika untuk keperluan komersial, akan lebih pas jika menggunakan blender komersial.