Pemerintahan

Bupati Gus Yani Berkontribusi Besar Terhadap Pendidikan di Indonesia

8
×

Bupati Gus Yani Berkontribusi Besar Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Rektor Unesa Prof Nurhasan saat memberikan penghargaan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Selasa (21/12/2021). (Foto : Humas for JatimTimes)
Rektor Unesa Prof Nurhasan saat memberikan penghargaan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Selasa (21/12/2021). (Foto : Humas for JatimTimes)

JATIMTIMES – Kinerja Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam memperhatikan dunia pendidikan mendapat apresiasi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (21/12/2021).

Penghargaan Widya Wiyata Dharma Samya 2021 diserahkan oleh Rektor Unesa Prof Nurhasan kepada Gus Yani bertepatan saat Dies Natalis Unesa ke -57 dan pengukuhan guru besar di lingkungan Unesa.

Prof Nurhasan menilai, Gus Yani pantas menerima penghargaan tersebut karena telah berkontribusi besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia. “Penghargaan ini suatu kehormatan dan motivasi bagi kita semua agar terus bekerja sepenuh hati demi perkembangan dunia pendidikan,” ujar Gus Yani.

Gus Yani menyebut, penghargaan ini merupakan usaha bersama dengan seluruh jajarannya dalam memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Gresik. Salah satunya menjalin sinergi yang berkelanjutan dengan sektor industri yang ada di Gresik. Bersama-sama memberikan perhatian di bidang pendidikan melalui jalur Corporate Social Responsibility (CSR).

“Bidang pendidikan memang menjadi salah satu perhatian utama di era pemerintahan kami,” imbuh Gus Yani.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu menyebut, dalam program Nawa Karsa sudah dituangkan secara jelas. Salah satunya adalah Gresik Cerdas. “Kami berkomitmen mewujudkan pendidikan murah, berkualitas untuk seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,” imbuhnya.

Baca  Soal Vaksin PMK, Wabup Didik: Idealnya Kabupaten Malang Dapat 400 Ribu Dosis

Namun harus didukung dengan peningkatan pelayanan pendidikan dengan menguatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bersaig di era disruptif.



Syaifuddin Anam

Tinggalkan Balasan