INDONESIAONLINE – Susun rencana kerja tahun 2023, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin gelar konsultasi publik bersama masyarakat Trenggalek. Dikemas secara hybrid, yakni daring dan luring di Gedung Smart Center, Bupati ajak masyarakat bangun Trenggalek lebih baik.

Disampaikan Bupati Trenggalek, ada banyak rencana kerja yang harus disesuaikan dengan indikator utama. Untuk menyelesaikan semua hal tersebut, Pemkab Trenggalek membagi rencana kerja ini kedalam beberapa roket. Roket sendiri merupakan padanan kata dari (Rencana Kerja Terukur).

“Kita hari ini konsultasikan rencana awal RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) kepada publik. RKPD sendiri mengusung tema Transformasi Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Kolaboratif serta Infrastruktur Berwawasan Lingkungan,” ungkap Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin usai gelar konsultasi publik, Selasa (25/1/2022).

Bupati Trenggalek juga menjelaskan bahwa konsultasi publik ini merupakan serangkaian kegiatan untuk mempersiapkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Trenggalek. Targetnya ada transformasi ekonomi dan hilangkan kemiskinan ekstrim.

“Transformasi ekonomi dan pengentasan kemiskinan ekstrem, itu targetnya. Kenapa targetnya itu karena sesuai keinginan Pak Presiden Jokowi bahwa tahun 2024 kemiskinan ekstrim harus bisa 0 persen,” tambah Mochamad Nur Arifin.

Baca Juga  Disperpusip Kota Batu Targetkan Perpusda Miliki Akreditasi A di 2023

Kepala daerah Kabupaten Trenggalek yang akrab disapa Gus Ipin itu juga menjelaskan bahwa ada 25 Kabupaten percontohan pengentasan kemiskinan ekstrem prioritas di Provinsi Jawa Timur. Menurutnya pengentasan kemiskinan bisa diraih jika ada inovasi penjualan di pasar.

“Kita belum tahu Trenggalek masuk apa tidak. Namun yang pasti setidaknya kita ingin bisa mempercepat penurunan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek. Konsepnya tadi yang kita usulkan tentang keperantaraan pasar,” tambahnya.

Selain itu, Bupati Trenggalek juga harus memutar otak untuk bisa meningkatkan sektor industri kreatif. Menurutnya berbagai ide dan  gagasan pemuda sangat dibutuhkan di sini. Seperti menumbuhkan minat produk lokal dan berbagai kreasi fashion lokal.

“Banyak masukan terkait dengan bagaimana sektor industri kreatif. Kita mulai dari sisi bagaimana Hari Jumat akan kita buat acara bagaimana, terus bagaimana kita menggunakan produk lokal, kreatif fashion dan sebagainya yang bisa terpakai harus dimulai secepatnya,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Lamongan Genjot Pembangunan Infrastruktur, Malam Ini Jalan Pucangro Mulai Dicor

Selain Industri kreatif, Arifin juga ajak masyarakat yang ada di daerah untuk belajar cara memanfaatkan fasilitas lembaga pengadaan barang. Pasalnya dengan memanfaatkan hal tersebut, masyarakat lokal bisa memasarkan produk UMKM ke dinas-dinas di Trenggalek.

“Sekarang daerah-daerah bisa punya semacam LKPP daerah, jadi hampir mirip dengan e-Katalog. Semua produk UMKM dan industri kreatif kita pasang di katalog, sehingga bila dinas mau beli tinggal ngeklik saja. Dengan begitu produk lokal bisa terbeli,” serunya.

Terakhir, Arifin juga mengapresiasi usulan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia yang ikut dalam rapat hybrid kali ini. Menurut Arifin, dengan sistem bundling dalam mengoneksikan destinasi, tempat makan dan perhotelan bisa diaplikasikan. . 

“Jika dibuat paket kan kita tinggal beri diskon dan promo. Dengan begitu semua tempat bisa membentuk ekosistem. Jadi orang ke Trenggalek, nginap, main dan makannya juga di Trenggalek. Kira-kira harapannya seperti itu,” pungkas Bupati Trenggalek.



Ganez Radisa Yuniansyah