JATIMTIMES – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto mulai melakukan ekskavasi Situs Karangtengah di Kota Blitar. Ekskavasi dilakukan sebagai tindak lanjut hasil survey penyelamatan pada September 2021.

Pengkaji pelestarian cagar budaya BPCB Mojokerto Nugroho Harjo Lukito dilansir JATIMTIMES dari laman situs resmi Pemkot Blitar, Rabu (9/2/2022) menyampaikan Situs Karangtengah mengandung potensi kandungan cagar budaya yang luas. BCPB memastikan lokasi situs tersebut dulunya merupakan pemukiman yang dibuktikan dengan ditemukanya benda-benda yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dan ritual. Benda-benda tersebut di antaranya pecahan-pecahan gerabah mulai dari kendi, guci, huleg huleg, dan lempar.

‘’Lokasi ini dulunya adalah pemukiman. Dibutikan dengan temuan-temuan benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan ritual,” kata Nugroho.

Baca Juga  Presiden Jokowi Datang ke Lampung, Bima Trending Topic Twitter Lagi

BPCB Trowulan akan melakukan ekskavasi Situs Karangtengah secara bertahap. Hal ini karena area Situs Karangtengah diperkirakan cukup luas. Ada kemungkinan besar penggalian situs akan melebar hingga ke beberapa petak sawah dan di titik sekitar ditemukannya situs.

“Kemungkinan kami nanti akan menggali data dari masyarakat. Soalnya, ada kemungkinan penggalian situs akan melebar ke beberapa petak sawah dan di sekitar titik ditemukannya situs,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar Sumaryono menyampaikan, terkait  ekskavasi Situs Karangtengah ini, pihaknya telah menyelesaikan proses sewa kepada pemilik lahan selama 2 tahun. Sedangkan  penganggaran ekskavasi dibiayai oleh anggaran dari lLembaga Pemberdayaan Masyarakat [LPM] Kaloka yang selama ini memberikan perhatian tinggi terhadap cagar budaya di Jawa Timur.

Baca Juga  Ramai-Ramai Blokir Grab setelah Istri Founder Grab Dukung Israel

‘’Ekskavasi dikerjakan oleh BPCB. Sementara penganggarannya oleh LPM Kaloka yang sangat perhatian dengan cagar budaya,” jlentrehnya.

Lebih dalam Sumaryono menyampaikan, pihaknya berharap ekskavasi berjalan lancar. Untuk kelancaran ekskavasi, Pemkot Blitar siap memperpanjang sewa laham. Diperkirakan proses ekskavasi Situs Karangtengah membutuhkan waktu lebih dari dua tahun.

“Kami dari Pemkot Blitar berharap proses ekskavasi ini nantinya bisa berjalan lancar. Dan jika ekskavasi ini rampung,  ke depan situs ini bisa menjadi destinasi wisata yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

 



Aunur Rofiq