Beranda

Dipeluk Prabowo, Tangis Gus Ipul Pecah saat Sebut Sekolah Rakyat sebagai Warisan Harapan

Dipeluk Prabowo, Tangis Gus Ipul Pecah saat Sebut Sekolah Rakyat sebagai Warisan Harapan
Momen Mensos Saifullah Yusuf tak kuasa menahan tangis saat peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalsel. (setpres)

INDONESIAONLINE – Suasana peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR) secara serentak di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), berubah menjadi suasana penuh haru. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan sambutan di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Menjelang akhir pidatonya, suara Gus Ipul mulai bergetar saat menggambarkan masa depan anak-anak dari pelosok negeri. Ia menyebut inisiatif Sekolah Rakyat ini sebagai warisan harapan yang ditanam Presiden Prabowo untuk anak-anak di tepian sungai hingga lereng bukit.

​”Kelak, ketika anak-anak di sudut-sudut negeri ini berdiri sejajar di tengah bangsa, orang akan mengenang bahwa pernah ada seorang presiden yang menanam harapan dan menamainya Sekolah Rakyat,” ucap Gus Ipul dengan nada bicara yang terbata-bata karena emosi yang meluap.

​Gus Ipul menutup sambutannya dengan menyebut nama Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto sebagai sosok di balik gagasan besar tersebut sebelum akhirnya menunduk dalam di atas podium.

Pelukan Hangat sang Presiden

​Melihat momen emosional tersebut, Presiden Prabowo Subianto langsung berdiri dari kursinya saat Gus Ipul turun dari panggung. Saat mensos membungkuk hormat, presiden menyambutnya dengan pelukan hangat dan menepuk-nepuk pundaknya sebagai bentuk dukungan moral.

​Momen ini semakin menyentuh ketika Gus Ipul terlihat melepas kacamatanya dan menyeka air mata menggunakan tisu, sementara presiden memberikan apresiasi atas kerja keras jajaran Kementerian Sosial dalam mewujudkan program ini.

Ekspansi Sekolah Rakyat Menuju 500 Titik

​Acara ini dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta, termasuk 800 siswa dari berbagai daerah beserta orang tua dan guru. Program rintisan ini sebenarnya telah berjalan bertahap sejak Juli hingga September 2025 dengan rincian persebaran:

  • Jawa: 70 lokasi
  • Sumatera: 35 lokasi
  • Sulawesi: 28 lokasi
  • Kalimantan: 13 lokasi
  • Wilayah Lain: Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

​Saat ini, sebanyak 15.945 siswa telah menyelesaikan semester pertama mereka. Pemerintah memasang target ambisius untuk menambah jumlah institusi ini hingga 500 sekolah di masa mendatang, dengan daya tampung mencapai 1.000 siswa per sekolah. (hsa/hel)

Exit mobile version