INDONESIAONLINE – Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang terus dioptimalkan. Selain bakal dihadirkan taman-taman baru, pengelolaan kawasan taman perkotaan terus dipercantik agar terlihat indah, dan menarik.

Salah satu yang tengah disiapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, yakni Taman Alun-Alun Tugu yang bakal dilakukan penataan ulang. Selain bakal dilakukan pemolesan agar lebih cantik, kawasan ini juga akan lebih ditingkatkan keamanannya.

Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, konsep penataan ulang Alun-Alun Tugu Kota Malang tersebut direncanakan tahun ini. Hal ini dilakukan agar area taman tampak lebih representatif. Apalagi, pagar taman ikonik yang berada di seputar Balai Kota Malang tersebut kerap ditabrak pengendara mobil ataupun motor. 

Baca Juga  Job Fair Disnakertrans Tulungagung Dibuka, Ada 50 Perusahan yang Ikut dan Serap Ribuan Tenaga Kerja 

“Iya betul, saat ini kita cari dulu untuk jasa konsultasinya dulu tahun ini,” kata Wahyu.

Dijelaskan Wahyu, dalam penataan Taman Alun-Alun Tugu Kota Malang ini juga akan dilakukan penambahan fasilitas. Sehingga, suasana taman akan terlihat lebih menarik dan cantik.

“Nanti akan ada tambahan fasilitas ya, tanaman-tanamannya diganti, diperbarui. Ditata lagi kolamnya dan sebagainya,” jelas Wahyu.

Dikatakan Wahyu, proses Lelang Jasa Konsultasi untuk penataan ulang Taman Alun-Alun Tugu Kota Malang diperkirakan tidak memakan waktu yang  lama, karena dilakukan dengan cara pengadaan langsung. Dimana, menggunakan anggaran APBD Perubahan Kota Malang Tahun 2021, dengan pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 99 juta.

Langkah ini juga untuk terus mengoptimalkan keberadaan RTH Publik di Kota Malang yang hingga saat ini masih belum mencapai target. Sebab, berdasarkan aturan perundang-undangan nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang sebuah daerah setidaknya harus memiliki minimal 20 persen RTH publik, dan 10 persen untuk RTH Private.

Baca Juga  DPRD Sampang Gelar Rapat Paripurna Acara Penyampaian Rekomendasi Panja LHP BPK RI Tahun Anggaran 2021

“Di kita RTH publik itu masih sekitar 13 persen, ini juga bagian dari itu. Selain menambah taman-taman, penataan dan perawatan juga terus dimaksimalkan,” tandas Wahyu.



Arifina Cahyati Firdausi