INDONESIAONLINE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus memperkuat berbagai langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu program yang konsisten dijalankan ialah Adiwiyata, yang menyasar pelajar, mulai tingkat sekolah dasar hingga menengah atas.
Program Adiwiyata merupakan bagian dari gerakan nasional yang bertujuan membangun budaya peduli lingkungan di sekolah secara terstruktur dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang Tri Santoso mengatakan, Adiwiyata menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk pola pikir generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. “Perubahan pola pikir pada kelompok usia dewasa cenderung lebih sulit dilakukan karena kebiasaan yang sudah terbentuk lama. Karena itu, pendekatan kepada generasi muda dinilai lebih efektif demi menjaga keberlanjutan gerakan lingkungan di masa depan,” ungkapnya.
Di Kota Malang, pelaksanaan Adiwiyata juga terintegrasi dengan sejumlah program lingkungan lainnya. Di antaranya pengurangan sampah plastik, pengelolaan bank sampah sekolah, konservasi air, hingga penghijauan kawasan sekolah.
Tri menjelaskan sinergi antarprogram tersebut turut diarahkan untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), terutama pada aspek pengelolaan sampah dan kualitas air yang masih menjadi tantangan di kawasan perkotaan.
Ia mengungkapkan program Adiwiyata di Kota Malang telah berjalan lebih dari satu dekade. Perkembangannya dinilai cukup signifikan, ditandai dengan sejumlah sekolah yang berhasil meraih pengakuan hingga tingkat nasional.
Dalam sistem penilaian, Adiwiyata memiliki beberapa tingkatan, yakni Pratama, Madya, dan Mandiri sebagai level tertinggi yang menandakan budaya lingkungan di sekolah telah terbentuk dengan baik.
Sekolah yang sudah mencapai predikat Mandiri diharapkan dapat menjadi pembina bagi sekolah lain. Dengan demikian, budaya peduli lingkungan bisa berkembang lebih luas dan merata.
Melalui penguatan program tersebut, DLH Kota Malang berharap Adiwiyata tidak hanya menjadi agenda seremonial. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.
Tri menambahkan, generasi muda diharapkan nantinya menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di tengah masyarakat. (hsa/hel)













