INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen mendorong pergeseran struktur ekonomi daerah dari sektor ekstraktif menuju industri pengolahan bernilai tambah tinggi. Langkah ini dinilai sangat krusial guna menjaga ketahanan fiskal serta keberlanjutan pembangunan daerah di masa depan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Kaltim Dr H Seno Aji saat membuka Forum Konsultasi Daerah (FKD) Rencana Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur 2045 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/10/2026).
“Kondisi fiskal Kaltim dengan mengandalkan ekonomi ekstraktif ke depan kurang menguntungkan. Mengapa? Karena dana bagi hasil yang seharusnya sangat banyak, sekarang tertahan di pusat. Karena itu, Kaltim harus segera menyiapkan transformasi ekonomi baru,” kata Wagub Seno Aji.
Ia menjelaskan, salah satu fokus hilirisasi yang ingin dicapai adalah mengoptimalkan industri turunan kelapa sawit. Menurut wagub, Kaltim tidak boleh hanya puas memproduksi minyak goreng, tetapi harus mampu menghasilkan produk-produk turunan bernilai ekonomi tinggi.
“Beberapa pabrik minyak goreng sudah ada di Bontang dan Balikpapan. Kami ingin tidak berhenti di minyak goreng, karena banyak sekali turunan sawit ini, seperti keju dan kosmetik,” ungkap Seno.
Perkuat PAD, Tekan Kemiskinan, dan Siapkan SDM Unggul
Melalui strategi hilirisasi dan transformasi ekonomi ini, Pemprov Kaltim menargetkan kemandirian keuangan daerah sehingga postur APBD ke depan dapat lebih ditopang oleh pendapatan asli daerah (PAD). “Kita harapkan postur APBD kita ke depan sebagian besar sudah bersumber dari pendapatan asli daerah,” ucap Wagub Seno.
Selain memperkuat ketahanan anggaran, keberadaan industri pengolahan turunan di daerah diyakini akan membuka ruang investasi baru serta menyerap tenaga kerja secara luas.
“Dampak positif berikutnya adalah berkurangnya angka kemiskinan di Kaltim,” tambah wagub.
Guna mendukung realisasi peta jalan tersebut, Wagub Seno menegaskan bahwa langkah ini harus berjalan selaras dengan program unggulan Pemprov Kaltim, terutama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar generasi muda Kaltim siap menjadi penggerak utama industri masa depan.
“Tentu saja, rencana ini harus selaras dengan program unggulan gubernur dan Pemprov Kaltim. Salah satunya adalah peningkatan sumber daya manusia. Bagaimana anak-anak kita memiliki ilmu untuk mendukung program unggulan Pemprov Kaltim ini,” pungkasnya. (ra/hel)







