Beranda

Dosen FST UIN Maliki Malang Bahas Integrasi Islam dalam Pengembangan Kurikulum Biologi PTKIN

Poster workshop pengembangan kurikulum biologi di lingkungan PTKIN. (ist)

INDONESIAONLINE – Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr M. Mukhlis Fahruddin MSi turut berkontribusi dalam pengembangan Kurikulum Biologi dan Pendidikan Biologi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Kontribusi tersebut diwujudkan melalui keikutsertaannya sebagai narasumber dalam workshop yang digelar Asosiasi Dosen Biologi dan Pendidikan Biologi (ADBPB) PTKIN pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dengan mengusung tema penguatan paradigma integrasi-interkoneksi sains dan Islam, kurikulum berbasis cinta, serta konvergensi keilmuan dalam pengembangan kurikulum berdampak.

Workshop ini menjadi wadah diskusi akademik bagi dosen dan pengelola Program Studi Biologi maupun Pendidikan Biologi dari berbagai PTKIN. Forum tersebut membahas strategi penyusunan kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan tinggi sekaligus mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.

Kegiatan dibuka oleh Ketua ADBPB Prof Dr Evika Sandi Savitri MP. Sejumlah akademisi hadir sebagai pemateri dengan membawa perspektif keilmuan masing-masing. Mereka di antaranya Dr Irham Falahudin MSi yang membahas bidang biologi sains, Dr Yanti Herlanti MPd dengan perspektif pendidikan biologi, serta Dr M. Mukhlis FahruddinnMSi yang mengulas integrasi keislaman. Adapun jalannya kegiatan dipandu Dr Hj Try Susanti MSi selaku moderator sekaligus pembawa acara.

Dalam pemaparannya, Mukhlis menyoroti pentingnya memasukkan perspektif keislaman ke dalam pengembangan Kurikulum Biologi dan Pendidikan Biologi. “Integrasi ini  penting agar pendidikan tidak sebatas menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan akademik, tetapi juga membentuk karakter serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada mahasiswa,” ungkap Mukhlis.

Selain integrasi sains dan Islam, konsep kurikulum berbasis cinta serta konvergensi keilmuan juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Pendekatan tersebut mendorong terciptanya pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai kehidupan dan tidak membatasi pemahaman berdasarkan sekat antardisiplin ilmu.

Melalui pendekatan itu, kurikulum diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga dapat mengimplementasikan keilmuannya secara bijaksana dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Keikutsertaan Mukhlis dalam forum tersebut sekaligus mempertegas peran dosen FST UIN Maliki Malang dalam memperkaya diskursus akademik dan memperluas kolaborasi keilmuan antar-PTKIN. Pengalaman serta gagasan yang dibagikan menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan integrasi sains dan Islam dalam pendidikan tinggi.

ADBPB diharapkan dapat terus menjadi penggerak kolaborasi antarperguruan tinggi dalam merancang Kurikulum Biologi dan Pendidikan Biologi yang integratif, kontekstual, serta memberikan dampak nyata. Pertukaran pemikiran lintas bidang keilmuan diharapkan turut menghasilkan arah pendidikan yang mampu menyelaraskan penguasaan sains, nilai keislaman, dan kebutuhan masyarakat. (hsa/hel)

Exit mobile version