INDONESIAONLINE – Penyelidikan dugaan mark-up suara para caleg Partai Golkar dapil Jember-Lumajang terus berlangsung di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember.

Dugaan mark-up suara dari informasinya yang diterima jumlahnya mencapai ribuan suara dalam satu wilayah, yaitu di Kecamatan Sumberbaru. Padahal masih ada wilayah lainnya yang dipersoalkan.

Data yang diterima IndonesiaOnline mark-up suara terjadi pada caleg Golkar untuk DPR RI nomor urut 4 Dwi Priyo Atmojo alias Sinchan. Dengan data dari 4.044 menjadi 9.229 suara.

Mark-up suara Sinchan terjadi di 6 desa, yaitu Jamintoro, Jatiroto, Kaliglagah, Karangbayat, Rowotengah, dan Randuagung.

Hal serupa terjdi pada suara caleg Golkar untuk DPRD Provinsi Jawa Timur nomor urut 4 Ahmad Anis (eks ketua KPU Jember) yang melonjak dari semula hanya 2.840 menjadi 3.805 suara. Di mana penggelembungan suara merata di 7 desa, yaitu Gelang, Jamintoro, Kaliglagah, Karangbayat, Rowotengah, Sumberagung, dan Yosorati.

Kronologi laporan bermula dari temuan pergeseran ratusan suara Caleg DPR RI nomor urut 1 Muhammad Nur Purnamasidi yang beralih ke Sinchan di Kecamatan Sumbersuko dan Kecamatan Gucialit di Kabupaten Lumajang.

Baca Juga  Gerindra - PKB Sepakati Prabowo Subianto Capres 2024, Segera Deklarasi Dalam Waktu Dekat

Kemudian merembet temuan mark-up suara Sinchan di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

Persoalan semakin kronis tatkala Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur nomor urut 2 Dwi Arya Nugraha Oktavianto melaporkan penggelembungan suara Ahmad Anis juga di Kecamatan Sumberbaru.

Laporan ini disertai bukti dua dus dokumen salinan C Hasil atau perhitungan dari tiap-tiap TPS.

Fenomena ‘kanibalisme’ antara caleg dalam satu partai yang saling mencaplok suara membuat Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jember Dimma Akhyar pun coba meredam situasi.

Dia ingin masalah itu diselesaikan secara internal daripada berujung tindak pidana Pemilu. “Peserta Pemilu adalah partai politik, sedangkan caleg bagian dari itu. Maka, apabila ada persoalan diantara para caleg seyogianya mereka bisa membahas terlebih dahulu bersama partai,” ujarnya.

Dimma mengaku, dirinya yang juga Badan Saksi Nasional (BSN) Golkar belum mendapat pemberitahuan dari Purnamasidi maupun Vian. Malah dia terlebih dahulu mendengar persoalan usai membaca gencarnya berita pelaporan ke Bawaslu.

Baca Juga  KPU Ubah Jadwal Pencoblosan di Jeddah, Jadi 9 Februari

“Kami belum menerima validasi detail persoalan tersebut dari teman-teman caleg. Kami akan segera komunikasi ke teman-teman,” ujarnya.

Sinchan Angkat Suara

Sinchan yang disebut-sebut menggarong hingga mengakali perolehan suara merasa tidak tahu menahu tentang masalah yang terjadi. Mirip dengan pendapat Dimma, Sinchan ingin penyelesaian lewat internal partai.

“Saya tidak mengerti. Menyangkut Pileg, penghitungan suara dan seterusnya bukan ranah saya. Ikhwal terkait dengan partai lebih elok dibicarakan di internal partai kami,” jawabnya singkat.

Adapun Anis balik menantang agar yang melapor untuk membuktikan dugaan kecurangan tersebut.

“Saya ini caleg, bagaimana bisa melakukan penggelembungan atau mengambil suara? Saya berani kalau perlu hitung ulang suara semua TPS di Jember dan Lumajang. Kalau hanya tuduhan tanpa bukti itu opini dari orang yang putus asa,” tegasnya (mam/dnv).