INDONESIAONLINE – Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan akan memberikan hukuman berat kepada pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Garda Revolusi menegaskan pembalasan akan dilakukan secara tegas dan tidak akan dibiarkan begitu saja.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip AFP, IRGC menyebut “tangan pembalasan bangsa Iran” akan menjangkau para pelaku dan menjatuhkan hukuman yang berat serta patut disesalkan musuh.
Kantor berita resmi Islamic Republic News Agency melaporkan bahwa Garda Revolusi tengah menyiapkan operasi balasan yang akan menyasar target militer dan keamanan Amerika Serikat serta Israel. Serangan disebut akan menggunakan rudal dan drone dengan teknologi lebih canggih dibandingkan yang dipakai dalam Operasi True Promise 3.
Garda Revolusi juga menyatakan kesiapan untuk menyerang posisi musuh, baik yang bersifat statis maupun bergerak, di kawasan tersebut.
Sebelumnya, pada Sabtu malam, Garda Revolusi mengklaim kapal Amerika MST terkena serangan rudal Angkatan Laut Iran.
Sebelumnya, serangan udara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam kota-kota di 24 provinsi Iran, hanya dua hari sebelum agenda pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir Iran yang dijadwalkan berlangsung di Wina. Putaran sebelumnya digelar di Jenewa dan dimediasi oleh Oman.
Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorialnya, dengan sejumlah fasilitas pertahanan maupun sipil dilaporkan menjadi sasaran.
Pada Minggu (1/3), otoritas Iran secara resmi mengonfirmasi wafatnya Ali Khamenei akibat serangan tersebut. Pemerintah Iran juga menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. (rds/hel)
