JATIMTIMESGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian kunjungan ke Bumi Ronggolawe Tuban sempatkan diri mampir ke Desa Sugihan,Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Tujuannya, tak lain untuk mencicipi serta memberikan dukungan agrowisata petik buah kelengkeng lokal jenis Kateki yang sudah ditanam puluhan ribu oleh petani dan kelompok tani di area lahan area seluas 35 hektare. 

Khofifah menjelaskan Kelengkeng Sugihan punya ciri khas tersendiri yakni tekstur kulit tebal, rasa manis dan bijinya kecil. Meski tampilan buahnya gelap bila dibanding dengan buah kelengkeng pada umumnya.

Dia menyebutkan hal yang menarik di luas area lahan tanam, juga dimanfaatkan dengan sistem tumpangsari, triple tanaman lain yaitu pohon cabe, madu lebah atau tanaman lain. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis desa. Ia menambahkan kehadirannya di Sugihan memberikan motivasi petani atau pekebun yang berada di kota/kabupaten Jawa Timur dan khususnya di Kabupaten Tuban.

Baca Juga  Pemkab Malang Luncurkan Program Sekolah Plus Ngaji

“Relatif saya mengikuti proses awalnya dulu penanaman pohon kelengkeng di sini. Yang menarik tumpangsari tanaman yang menjadi provid. Hal ini bisa jadi reverensi peningkatan kesejahteraan warga berbasis desa,”ucap Khofifah saat didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky kepada awak media, Senin (1/2/2022) kemarin. 

Di tempat sama, Kades Sugihan Warsito mengatakan, total tiga ribu pohon kelengkeng merupakan varises produk lokal jenis kateki, di mana tahap panen pertama  menghasilkan buah kelengkeng  40-50 kilogram per pohon. 

“Selama delapan bulan siap petik, jika tanpa kendala atau hama menyerang buah seperti hewan kelelawar,” ujarnya. 

Oleh para petani, kata Warsito, bila sudah masak siap petik/panen langsung di pasarkan lewat jejaring media sosial.

“Total ada 35 hektare area terdiri dari 25 hektare di sini yang di petik ibu Gubernur Khofifah dan Mas Bupati. Sebelah utara kampung ada 10 hektare yang dikerjakan secara kelompok oleh 90 petani. Kalau sudah musim panen kita (pemilik, kelompak tani) dipasarkan secara online lewat postingan FB, WA,” jelasnya. 

Baca Juga  Mendarat di Chengdu, Jokowi Langsung Disambut Mobil Mewah Produksi China

Dia menambahkan, awal mula tahun 2016 buah kelengkeng Sugihan bermula dari dua ribu bibit. Kemudian di 2018 mulai ada hasil pembuahan varises buah kelengkeng tersebut dan terus dikembangkan oleh para petani karena akhirnya mulai bisa meningkatkan ekonomi petani atau pekebun.

Sebab itu, tambah Warsito mewacanakan menjadi wisata petik kelengkeng sampai turunan makanan ringan yang terbuat dari hasil putik kebun kelengkeng tersebut. 

“Alhamdullilah, sekarang ada tambahan peningkatan nilai bagi kelompok tani. Ke depanya kami ingin mengembangkan menjadi wisata petik dan makanan-makanan ringan,” tutupnya. 



Ahmad Istihar