INDONESIAONLINE – Media sosial kembali diramaikan oleh beredarnya video seorang pria yang berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aksi tersebut menuai kritik karena dilakukan di area kerja yang berkaitan langsung dengan pelayanan gizi.
Dalam video yang tersebar di platform seperti TikTok, pria itu terlihat berjoget sambil menyebut dirinya memperoleh insentif hingga Rp6 juta per hari. Lokasi kejadian disebut berada di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Batujajar, Cimahi, dengan logo Badan Gizi Nasional terlihat jelas di dalam ruangan.
Pria itu bernama Hendrik Irawan. Dialah pemilik SPPG yang menjadi tempatnya berjoget.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang menyatakan pihaknya segera mengambil langkah dengan menugaskan tim pengawasan untuk menindaklanjuti kasus ini. Ia mengungkapkan bahwa pihak terkait telah bertemu dengan pria dalam video tersebut dan memberikan teguran keras atas tindakannya. “Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” kata Nanik. “Mengapa harus overacting seperti itu. Apalagi ada konten, konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD,” sambungnya.
BGN menyampaikan kekecewaan atas perilaku tersebut, terutama karena dilakukan di area dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang seharusnya menjadi standar operasional.
Selain pelanggaran etika, hasil pemeriksaan juga menemukan sejumlah masalah teknis pada fasilitas tersebut, termasuk tata letak dapur yang tidak sesuai serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai tidak memenuhi ketentuan. Akibatnya, operasional SPPG itu untuk sementara dihentikan.
Lebih jauh, diketahui bahwa pria tersebut memiliki hingga tujuh titik SPPG, meski baru satu yang aktif beroperasi. Hal ini turut menjadi perhatian BGN.
Pihak BGN menegaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sehingga tidak boleh dimanfaatkan sebagai kepentingan bisnis pribadi.
Hendrik Beri Klarifikasi
Nama Hendrik Irawan tengah menjadi sorotan publik setelah video dirinya berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Konten tersebut memicu kontroversi, terutama karena disertai narasi mengenai insentif hingga Rp6 juta per hari.
Menurut pengakuan Hendrik, pembangunan dapur tersebut sepenuhnya menggunakan dana pribadi, dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp3,5 miliar tanpa bantuan pemerintah.
Di tengah sorotan, publik juga menyoroti kepemilikan mobil listrik merek BYD dengan pelat nomor bertuliskan “MBG”. Hal ini sempat memicu dugaan bahwa kendaraan tersebut dibeli dari hasil proyek MBG.
Namun, Hendrik membantah tudingan tersebut dan menegaskan agar tidak muncul narasi yang bersifat fitnah.
Ia juga memberikan klarifikasi terkait video viral yang beredar. Menurut dia, potongan video berjoget yang beredar tidak berkaitan langsung dengan pernyataannya soal insentif Rp6 juta. Hendrik menyebut ada pihak yang menggabungkan dua konten berbeda sehingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Merasa dirugikan, ia telah melaporkan dua akun media sosial ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan ke Polres Cimahi atas dugaan penyebaran video tanpa izin serta penghinaan. Ia menyatakan langkah hukum ini diambil untuk mencari keadilan atas kerugian yang dialaminya akibat penyebaran konten tersebut. Hendrik bahkan berencana melanjutkan proses hukum ke tingkat yang lebih tinggi, yakni ke Polda Jawa Barat, sesuai arahan dari pihak kepolisian.
Terkait besaran insentif yang menjadi polemik, ia menegaskan bahwa nominal Rp6 juta per hari telah diatur dalam petunjuk teknis program MBG dan memang menjadi hak mitra. (rds/hel)













