INDONESIAONLINE – Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan video banjir yang dinarasikan terjadi di Kecamatan Driyorejo, Gresik. 

Dalam video yang dilihat JatimTIMES melalui akun TikTok @adikkristanto465 memperlihatkan banjir terjadi di jalanan. Beberapa truk muatan yang hendak masuk ke tol macet hingga terseret arus banjir. 

“Banjir kecamatan Driyorejo, Gresik, Ya Allah berikan keselamatan. Amin,” tulis akun tersebut. 

Menanggapi video viral itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Jawa Timur menegaskan bahwa video tersebut hoaks. 

Kepala Pelaksana BPBD Gresik Darmawan mengatakan pihaknya sudah melakukan penelusuran hingga Jawa Tengah dan mengonfirmasi bahwa peristiwa yang ditampilkan di video tersebut bukan di Gresik. 

“Sudah kami cek, sudah kami telusuri, pintu tol yang sesuai dalam video tersebut tidak kami temukan,” tegas Darmawan, dikutip Instagram @suarasurabayamedia. 

Baca Juga  Parkir Sembarangan di Kota Malang, Siap-Siap Kendaraan Digembok 

Darmawan menyampaikan bahwa penanganan tanggul yang jebol sudah diupayakan perbaikan. 

“Kami bekerja bersama dengan masyarakat dan juga jajaran terkait, terutama yang ada rembesan-rembesan itu kami lakukan penambalan dengan glangsing atau terpal. Camat dan pemerintah desa setempat juga sangat mobile mengecek untuk menghindari hal yang lebih fatal. Ada rembesan dikit langsung kami tangani,” jelasnya. 

Selain itu, hingga Kamis (23/2), menurut Darmawan banjir di wilayah Gresik sudah surut. Meski begitu masih ada juga tergenang air, seperti Kecamatan Cerme dan Kecamatan Menganti. Sementara Driyorejo juga masih sedikit tergenang air. 

Sebagai informasi sebelumnya, Rabu (22/2) dini hari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik diterjang banjir akibat tanggul Mojosarirejo jebol. Jebolnya tanggul itu terjadi lantaran hujan deras yang mengguyur Kabupatem Gresik. Sehingga aliran sungai Mojosarirejo menuju sungai Avur meningkat. 

Baca Juga  Cak No, Penabuh Bass Drum Aremania Tutup Usia

Akibatnya, ada 4 desa di Kecamatan Driyorejo yang terdampak banjir. Yakni Desa Sumput, Desa Mojosarirejo, Desa Karanggandong dan Desa Driyorejo. Salah satu yang terdampak dan ramai beredar di media sosial adalah Perumahan De Naila Village.