Polres Malang Selidiki Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir Ambulans

INDONESIAONLINE – Polres Malang selidiki dugaan kasus penganiayaan yang terjadi Kamis (11/8/2022) kemarin di sekitar Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Dugaan penganiayaan itu terjadi pada salah seorang sopir ambulans.

Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik membenarkan bahwa ada peristiwa dugaan penganiayaan yang terjadi kepada sopir ambulans berupa pukulan yang mendarat di bagian wajah korban.

“Korban dipukul satu kali oleh satu orang yang saat ini masih kami lakukan penyelidikan. Kemudian untuk mobil ambulans mengalami penyok,” kata Taufik, Jum’at (12/8/2022) saat ditemui di Mapolres Malang.

Dalam hal ini, Taufik mengaku telah melakukan visum kepada korban. Hal itu untuk membuktikan luka yang dialami sopir ambulans benar-benar karena pukulan dari seseorang.

“Saat ini pihak reskrim masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku,” ungkap mantan Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang itu.

Kronologi peristiwa pun dijelaskan Taufik bahwa ada tiga orang suporter yang terjatuh dari mobil bak terbuka atau pikap. Tiga orang itu ternyata diketahui dalam kondisi terpengaruhi alkohol.

“Jadi ketiga korban yang terjatuh dari atas pikap itu dalam kondisi mabuk,” beber Taufik.

Relawan medis yang mendapat laporan ada orang yang terjatuh dari pikap langsung bergegas menuju lokasi. Karena saat itu memang masih ada satu ambulans, relawan medis yang diketahui dari NZR Foundation itu kemudian mengangkat korban terjatuh dari pikap ke dalam ambulans.

“Saat itu satu korban terjatuh sudah dimasukkan pada ambulans dan ia akan melaporkan ke pimpinan, karena sopir ambulans mengatakan bahwa kapasitasnya ambulans itu hanya untuk satu orang,” ungkap Taufik.

Koordinasi yang dilakukan relawan medis itu untuk memanggil ambulans lain dan juga mencari rumah sakit rujukan. Sembari koordinasi, dua mobil ambulans kemudian datang.

“Namun di tengah perjalanan, korban diambil lagi oleh teman-temannya dan dibawa sendiri dengan tidak membawa ambulans,” kata Taufik.

Terakhir, disinggung apakah yang melakukan pemukulan adalah oknum suporter, Taufik belum dapat menjelaskan. Karena pihaknya melalui Satreskrim dalam hal ini masih melakukan penyelidikan.

“Kami belum bisa menyimpulkan (apakah itu oknum suporter atau bukan), karena saat ini masih dalam penyelidikan,” tutup Taufik.

You May Also Like

Konsekuensi Pilkada Serentak 2024: Kekosongan Jabatan dan Pemotongan Masa Jabatan Kepala Daerah

INDONESIAONLINE – 2024 akan menjadi tahun politik di Indonesia. Pada tahun tersebut,…