Beranda

Iran Buka Rute Alternatif Selat Hormuz, Hindari Kapal dari Ranjau Laut

Iran Buka Rute Alternatif Selat Hormuz, Hindari Kapal dari Ranjau Laut
Peta Selat Hormuz (shutterstock)

INDONESIAONLINE – Pemerintah Iran mengumumkan penerapan jalur alternatif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya ranjau laut di jalur utama perairan tersebut.

Mengutip AFP, Kamis (9/4/2026), Teheran juga menyatakan persetujuannya untuk membuka kembali Selat Hormuz secara sementara. Pembukaan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang berlangsung selama dua pekan.

Dalam pernyataannya yang dikutip media lokal, Garda Revolusi Iran mengimbau seluruh kapal agar mematuhi aturan keselamatan pelayaran dengan menggunakan rute alternatif yang telah ditetapkan. Langkah ini dimaksudkan untuk menghindari risiko tabrakan dengan ranjau laut di area tersebut.

Selain itu, pihak Iran turut menyertakan panduan terkait jalur masuk dan keluar alternatif yang dapat digunakan kapal selama melintasi selat tersebut.

“Semua kapal yang bermaksud melintasi Selat Hormuz dengan ini diberi tahu bahwa untuk mematuhi prinsip-prinsip keselamatan maritim dan untuk terlindungi dari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut… mereka harus mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz,” kata Garda Revolusi Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang ditandai dengan dibukanya kembali Selat Hormuz. Kesepakatan ini pertama diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Dalam pernyataannya melalui akun resmi Gedung Putih di platform X pada Rabu (8/4), Trump menyebut keputusan menunda serangan terhadap Iran diambil setelah adanya komunikasi dengan pihak Pakistan. Namun, penundaan tersebut disertai syarat agar Iran segera membuka Selat Hormuz secara penuh dan aman.

Trump menyatakan bahwa jika syarat tersebut dipenuhi, maka penghentian serangan akan berlaku selama dua minggu sebagai bentuk gencatan senjata dua arah.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Iran mengungkapkan bahwa periode dua minggu tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan perundingan lanjutan dengan AS. Masa ini juga berpeluang diperpanjang apabila kedua pihak mencapai kesepakatan bersama. (hsa/hel)

Exit mobile version