INDONESIAONLINE – Jemaah umrah Indonesia yang tengah berada di Arab Saudi diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya peringatan darurat keamanan di sejumlah wilayah negara tersebut.
Imbauan itu disampaikan Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah melalui akun Instagram resminya @kantorurusanhaji. Jemaah diingatkan agar tidak panik apabila tiba-tiba menerima notifikasi peringatan darurat di telepon seluler.
Peringatan tersebut merupakan bagian dari sistem informasi keamanan yang dapat dikirimkan Pemerintah Arab Saudi melalui Saudi Civil Defense kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Sebelumnya, notifikasi keamanan telah muncul di beberapa kawasan, di antaranya Jeddah, Makkah, dan Taif. Pada 19 September, peringatan serupa juga diterima masyarakat di Riyadh dan sejumlah wilayah lainnya setelah terjadi peningkatan serangan terhadap Arab Saudi.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut meminta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan dari otoritas setempat. Hingga 16 September, Kemlu menyebut belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak situasi keamanan tersebut.
Lantas, apa yang perlu dilakukan jemaah apabila peringatan darurat muncul di layar ponsel? KUH KJRI Jeddah meminta jemaah segera tetap berada di lokasi yang aman. Mereka juga diminta menjauh dari pintu, jendela, maupun area terbuka serta mengikuti setiap instruksi resmi yang disampaikan otoritas Arab Saudi.
“Jemaah diimbau untuk tetap berada di tempat yang aman, menjauhi pintu, jendela, dan area terbuka, serta mengikuti instruksi resmi dari otoritas Arab Saudi,” tulis KUH KJRI Jeddah.
Jemaah yang mendapatkan notifikasi darurat juga diminta tidak meninggalkan tempat aman hanya karena ingin mengetahui situasi yang sedang berlangsung. Mereka juga tidak dianjurkan mendatangi lokasi kejadian apabila terjadi keadaan darurat.
Langkah tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko tambahan sekaligus mencegah jemaah mengganggu proses penanganan yang dilakukan petugas di lapangan. Selain itu, KUH KJRI Jeddah mengingatkan agar jemaah tidak mengambil maupun menyebarluaskan foto dan video yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
Informasi yang beredar melalui media sosial juga perlu diperiksa terlebih dahulu. Jemaah diminta memastikan kebenaran informasi dengan merujuk pada sumber resmi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain.
Selama situasi keamanan berlangsung, jemaah dianjurkan secara berkala memantau perkembangan melalui informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun perwakilan pemerintah Indonesia.
Nomor kontak penting juga perlu disimpan agar jemaah dapat segera meminta bantuan apabila menghadapi keadaan darurat. “Pantau informasi resmi dan simpan nomor penting selama berada di Arab Saudi,” tulis KUH KJRI Jeddah.
Sebelumnya, Kemlu RI juga meminta WNI mematuhi seluruh arahan resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Perwakilan RI disebut terus memantau perkembangan kondisi keamanan di negara tersebut.
Untuk situasi darurat, WNI dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui hotline +966 569173990 atau KJRI Jeddah di nomor +966 50 360 9667.
Jemaah umrah Indonesia pun diminta tetap tenang dan waspada serta tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. “Semoga seluruh jemaah Indonesia senantiasa diberikan perlindungan dan kelancaran dalam beribadah di Tanah Suci,” tulis KUH KJRI Jeddah. (bn/hel)
