Jatim Gencar Perangi Stunting: Target Penurunan 3,5 Persen di 2024

INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus tancap gas dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Tahun ini, target yang dicanangkan adalah penurunan prevalensi stunting sebesar 3,5 persen.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim, Benny Sampirwanto, menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam memerangi stunting.

“Penurunan stunting sudah menjadi program nasional yang harus kita laksanakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Upaya Pemprov Jatim membuahkan hasil. Pada tahun 2023, prevalensi stunting di Jatim berhasil diturunkan dari 17,7% menjadi 15,2%. Hal ini menunjukkan progres yang positif, meskipun masih ada 18 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan prevalensi.

Penilaian Kinerja dan Apresiasi

Untuk mengukur kinerja dan akuntabilitas, serta mengevaluasi dan mengapresiasi kinerja kabupaten/kota dalam program penurunan stunting, Pemprov Jatim menyelenggarakan Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten/Kota Jatim.

Penilaian ini dilakukan melalui presentasi dan pemaparan praktik percepatan penurunan stunting di masing-masing kabupaten/kota. Tim penilai juga melakukan review terhadap pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting.

Benny Sampirwanto memotivasi para kepala daerah dan jajarannya di kabupaten/kota untuk mencapai target nasional 14% prevalensi stunting di tahun 2024. “Tahun ini target kita turun 3,5 persen,” tegasnya.

Pemprov Jatim berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada kabupaten/kota dalam mencapai target tersebut. Diharapkan dengan sinergi dan kerja keras semua pihak, stunting di Jawa Timur dapat segera diatasi (mca/dnv).