JATIMTIMES – Bupati Malang HM. Sanusi meminta agar seluruh camat bisa melakukan pembatasan mobilisasi di wilayah masing-masing. Hal tersebut juga bupati harapkan agar bisa diperhatikan jajaran perangkat desa di setiap kecamatan. 

Hal tersebut lantaran hingga saat ini, tercatat terus ada penambahan kasus aktif vovid-19 di Kabupaten Malang. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, pada Jumat (4/2/2022), tercatat ada 93 kasus aktif covid-19 yang baru. 

“Iya terus naik. Per hari hampir 90. Senin (7/2/2022) akan kita rapatkan dengan semua muspika,” ujar Sanusi. 

Selain meminta untuk melakukan pembatasan mobilisasi, Sanusi minta setiap muspika bahwa setiap pasien yang terindikasi covid-19 telah menjalani isolasi. Baik yang bergejala maupun tanpa gejala atau OTG. 

Baca Juga  Selesai Dibangun, Bupati Resmikan Gedung Utama Sarja Arya Racana dan Kantor Satreskrim Polres Tulungagung 

“Agar ambil langkah untuk pencegahan penularan dengan cara mengisolasi yang tertular agar ditempatkan di safe house atau rumah sakit. Atau bisa juga di tempat yang memadai bagi orang tanpa gejala,” terang Sanusi. 

Selain itu, bupati  ingin memastikan bahwa penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tetap dilakukan. Termasuk juga pada aktivitas pendidikan atau pembelajaran tatap muka. 

“Ya tetap PPKM. Pendidikan nanti akan kita rapatkan. Akan kita upayakan pembelajaran tatap mukanya tetap 50 persen karena kita kan Level 2,” imbuh Sanusi. 

Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, jumlah kasus aktif covid-19 di Kabupaten Malang berada di urutan ke 4 di Jawa Timur. Jumlah kasus covid aktif di Kabupaten Malang mencapai 275 kasus. Sedangkan yang tertinggi adalah Kota Surabaya dengan jumlah kasus aktif sebanyak 1.073.

Baca Juga  KAI Kediri Dholo KOM Challenge 2021 Etape Kedua, Wali Kota Kediri dan Ketua TP PKK Kota Kediri Ikut Taklukkan Tanjakan Dholo

Di sisi lain, Pemprov Jatim mengklaim bahwa dari kasus positif covid-19 yang sebanyak 407.276, tingkat kesembuhannya mencapai 91,72 persen atau sebanyak 373.537. 



Riski Wijaya