JATIMTIMES – Meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Kabupaten Jember mendapat tanggapan dari Bupati Jember H. Hendy Siswanto. Menurut Bupati, data banyaknya warga Jember yang terpapar Omicron, tidak semuanya ada di Jember, tapi mereka yang terpapar ada di perantauan seperti di Jakarta, Batam, dan di luar jawa.

“Memang data kasus di Jember meningkat, tapi mereka yang terpapar tidak di Jember saat ini, tapi di luar kota sedang bekerja dan merantau dan dirawat di sana. Ada yang di Jakarta, ada yang di Batam dan ada yang di kota lainnya, karena ber KTP Jember data otomatis masuk di Jember, kalau di Jember sendiri tidak banyak yang terpapar,” ujar Bupati Jember H. Hendy Siswanto Selasa (8/2/2022).

Bupati juga menjelaskan, bahwa saat ini Kabupaten Jember masuk dalam level 3, dari 31 kecamatan yang ada, tersisa 3 kecamatan yang masuk dalam zona hijau, yakni Kecamatan Mayang, Kecamatan Kalisat dan Sukowono, 2 kecamatan masuk dalam zona kuning yakni Kecamatan Wuluhan dan Kecamatan Mumbulsari, sedangkan sisanya masuk dalam zona orange.

Baca Juga  Pendaftaran CPNS Dibuka 17 September, Ada 572.496 Lowongan

“Kami mengimbau kepada masyarakat, agar tetap menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, dan yang belum vaksin kalau bisa segera vaksin, ajak lansia yang ada di sekitarnya untuk vaksin, minimal sehari 1 orang,” harap Bupati.

Sementara data dari Dinas Kesehatan Pemkab Jember, data kasus Covid-19 per 8 Februari 2022 di Kabupaten Jember tercatat mencapai 95 pasien terkonfirmasi baru dengan rincian 48 orang ada di Jember dan 47 orang diluar Jember, sedangkan pasien sembuh baru mencapai 19 orang, untuk kematian nihil, lonjakan tajam terjadi pada Senin 7/2/2022) lalu, di mana tercatat 39 pasien suspect baru yang berasal dari Scaba (Sekolah Calon Bantara) ‘menyumbang ‘ 39 pasien.

Baca Juga  Punya Banyak Potensi, Jember Dapat Apresiasi

“Diketahui adanya kasus baru di Scaba, saat mereka mau berangkat latihan, saat dilakukan screening diketahui ada 1 peserta didik yang terkonfirmasi suspect, sehingga dilakukan tracing pelacakan terhadap peserta didik lainnya yang kontak erat, sehingga ditemukan data awal 26 peserta didik, dan bertambah menjadi 39,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jember dr. Lilik Lailiyah kepada sejumlah wartawan.

Lilik tidak menampik jika data ini akan bertambah, karena saat ini pihaknya masih menunggu hasil tes dari pelacakan  yang dilakukan oleh Satgas Covid-19.  “Dari puluhan kasus Covid-19 di Scaba Jember, mereka yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi terpusat di Scaba, karena sebagian besar tidak memiliki gejala sakit,” pungkas Lilik. (*/adv)



Moh. Ali Mahrus