Salah satu pegawai saat scanning barcode PeduliLindungi di Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES – Penggunaan scanning barcode PeduliLindungi saat ini kembali lagi diberlakukan di pusat pemerintahan Kota Batu yakni Balai Kota Among Tani. Difungsikannya aplikasi tersebut melihat kasus Covid-19 yang kembali meningkat di Kota Batu.

Ya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Balai Kota Among Tani, pengunjung semuanya harus melakukan scanning PeduliLindungi yang sudah disiapkan di pintu utama gedung tersebut jika ingin masuk di Balai Kota Among Tani. Hal tersebut untuk memastikan apakah yang masuk sudah tervaksin atau belum.

Dengan demikian, beberapa pintu yang biasanya terbuka, kini harus ditutup kembali. Saat ini hanya ada dua pintu saja yang terbuka, tetapi dengan penjagaan petugas Balai Kota Among Tani.

Baca Juga  Apel di Embung Gogoniti, Bupati Blitar dan DLH Ajak Masyarakat Jaga Bumi dan Lestarikan Alam

Diterapkannya scanning PeduliLindungi ini tentu membuat yang masuk kembali bertanya-tanya, juga memberikan protesnya. “Biasanya gak pakai gini mas,” protes salah seorang pegawai.

Petugas pun menjelaskan jika sejak Senin (7/2/2022) diberlakukan penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini. Selain itu, Pemkot Batu kembali menerapkan work from home (WFH) kepada sebagian pegawainya.

Namun tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, Onny Ardianto menjelaskan, pemberlakukan aplikasi PeduliLindungi kembali diterapkan.

“Karena melonjaknya jumlah warga yang terpapar Covid-19, upaya antisipasi sekaligus untuk memutus rantai penularan,” ujar Onny. Meski demikian hingga saat ini belum ada pegawai di sana terpapar Covid-19.

Baca Juga  Bupati Jember Serahkan 1 Ekor Sapi untuk Kurban ke Masjid Al Amin



Irsya Richa